Wapres Ungkap 5 Provinsi dengan Balita Stunting Terbanyak, Ada Jateng dan Jabar

Kamis, 4 Agustus 2022 11:14 Reporter : Merdeka
Wapres Ungkap 5 Provinsi dengan Balita Stunting Terbanyak, Ada Jateng dan Jabar Wapres Maruf Amin. ©2022 Istimewa

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma’ruf Amin memimpin Rapat Kerja percepatan penurunan stunting pada 12 provinsi prioritas. Ma’ruf mengingatkan kepada 12 kepala daerah dengan stunting tertinggi dan terbanyak untuk menurunkan angka stunting di wilayah mereka.

"Kita harus menurunkan stunting sebesar 10,4 persen pada waktu yang tersisa, yaitu ini tentu menjadi tantangan kita bersama," kata Ma’ruf membuka rapat, Kamis (4/8).

Ma'ruf menyebut terdapat lima provinsi dengan tingkat Balita stunting terbanyak dan ada tujuh provinsi dengan tingkat stunting tertinggi.

"Tujuh provinsi prevalensi stunting tertinggi yaitu NTT, Sulawesi Barat, Aceh, NTB, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tenggara. Sedangkan lima provinsi dengan jumlah balita stunting terbanyak adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten dan Sumut," jelasnya.

Oleh karena itu, saat ini Ma’ruf menyebut fokus percepatan penurunan stunting ada pada pada tujuh provinsi dan lima provinsi dengan jumlah balita stunting terbanyak tersebut.

"Sesuai amanat bapak presiden dan telah ditetapkan melalui keputusan menteri PPN dan kepala Bapenas," kata dia.

Selain itu, Ma’ruf juga mengingatkan Presiden telah menandatangani Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting yang berisikan strategi nasional percepatan penurunan stunting.

"BKBBN juga telah menyusun rencana aksi nasional percepatan penurunan angka stunting, Indonesia pasti 2021-2024 sebagai turunan perpres 72/2021yg menjadi acuan dalam pelaksanaan program," kata Ma’ruf.

2 dari 2 halaman

Sebelumnya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berhasil mendata 68.478.139 kepala keluarga di Indonesia. Hasil Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK-21) ini akan digunakan untuk upaya percepatan penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan, hasil data PK-21 tersebut merupakan data backbone yang menyediakan indikator kependudukan, keluarga berencana dan indikator pembangunan keluarga juga menyediakan pemetaan keluarga sasaran berpotensi risiko stunting.

“Karena itu pemutakhiran data PK-21 di tahun 2022 ini sangat penting dengan memperluas cakupan pencatatan,” kata Hasto dalam keterangan pers.

Menurut Hasto, penetapan data PK21 sebagai data Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) tidak muncul begitu saja. Hal ini sejalan dengan Inpres No. 4 tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem juga telah di- launching, yang menyebutkan dengan sangat jelas bahwa data PK21 digunakan sebagai Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim (P3KE).

Baca juga:
Jokowi Target Angka Stunting Anak di 2024 Turun Jadi 14 Persen
Kasus 'Balita Kerdil' Tinggi, Pemkab Pamekasan Bentuk Tim Khusus Turun ke Lapangan
Pentingnya Peran Keluarga dalam Menurunkan Angka Stunting
Bulog Jual Beras Anti Stunting, ini Harganya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini