Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wanita Pemudik di Solo Marah-Marah saat Akan Didata Satgas Covid-19

Wanita Pemudik di Solo Marah-Marah saat Akan Didata Satgas Covid-19 Terminal Kampung Rambutan. ©2020 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Seorang wanita warga Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Solo memarahi sejumlah petugas satgas Covid-19 mendatangi rumahnya. Para petugas bermaksud mendata wanita yang baru saja pulang dari Jakarta itu.

Video peristiwa tersebut viral di kalangan masyarakat Kota Bengawan. Wanita tersebut tidak mau saat petugas memintanya untuk membuat surat pernyataan bersedia karantina mandiri. Dia merasa sebagai warga asli dan sudah lama tinggal di rumah tersebut. Dia bahkan menantang petugas mendatangkan wali kota.

"Saya orang lama tinggal disini, ini orang baru semua. Orang ngontrak semua, kenapa orang lalu lalang dibiarkan?," ujar wanita tersebut.

Wanita tersebut juga menyampaikan jika pendataan itu merupakan hal yang dibesar-besarkan. Meski sudah didatangi petugas RT setempat, TNI, Polri dan Linmas, wanita tersebut tetap menolak untuk didata.

Lurah Sondakan, Prasetyo Utomo membenarkan kejadian tersebut. Wanita paruh baya itu tiba dari Jakarta pada 28 Maret 2020 lalu. Satgas Covid-19 yang mendapatkan informasi warga, langsung melakukan pendataan pada 30 Maret 2020.

"Kami memang mendatangi dia untuk dilakukan pendataan, seusai prosedur yang berlaku. Jadi kalau ada yang datang dari luar kota langsung ditetapkan ODP, apalagi yang dari zona merah. Mungkin beliau merasa terganggu dengan protap itu," ujar Prasetyo, Minggu (5/4).

Prasetyo menjelaskan, saat ini permasalahan tersebut sudah bisa diselesaikan. Warganya tersebut sudah bersedia didata dan menyatakan sanggup melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Pesan Wali Kota

Wali Kota Solo F.X Hadi Rudyatmo (Rudy) menyayangkan kejadian tersebut. Dia meminta agar siapapun kooperatif kepada petugas. Apalagi Pemkot Solo berkomitmen penuh untuk memutus mata rantai COVID-19.

"Jangan diremehkan. Dia bekerja dimana, kalau di zona merah langsung diminta membuat surat pernyataan bersedia karantina mandiri di rumah dan diawasi oleh masyarakat, Babinsa dan Babin Kamtibmas. Siapapun pejabatnya nggak perlu arogan, siapapun yang pulang ke Solo, kalau ada pendataan harus ditanggapi dengan baik," katanya.

Rudy meminta masyarakat agar tidak menganggap enteng atau remeh virus Corona. Dia juga meminta warga tidak meremehkan petugas, karena tujuannya baik. Rudy juga mengaku sudah menghubungi suami wanita tersebut agar meminta maaf kepada petugas.

"Kebetulan Sondakan ini masih nol, belum terpapar. Sehingga isolasi ini sangat penting," tegasnya.

Rudy juga memperingatkan warga yang melakukan karantina mandiri agar tertib dan patuh. Jika bandel dan nekat keluar rumah, lanjut Rudy, petugas langsung membawanya ke rumah karantina.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP