Wamenag dan Menteri PPPA Hadiri Gerak Jalan Persatuan Buddha Indonesia
Merdeka.com - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmavati Puspayoga menghadiri acara gerak jalan yang diadakan Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NSI). Gerak jalan itu diadakan memperingati hari ulang tahun ke-55 NSI dan diikuti 5 ribu umat Buddha.
Ketua NSI Maha Pandita Utama Suhadi Sendjaja mengatakan acara gerak jalan ini juga melibatkan 200 orang dari komunitas Papua. Ia menuturkan adanya gerak jalan bersama seperti ini dan dihadiri dua menteri, diharapkan meningkatkan persatuan masyarakat Indonesia.
"Melalui gerak jalan ini kita bersama menciptakan suasana dan memancarkan getaran kebaikan tersebut untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan jaya," ujar Suhadi, Jakarta, Minggu (3/10).
Ia menambahkan, adanya dua menteri dalam acara gerak jalan kali ini menunjukkan keterwakilan setiap kelompok masyarakat Indonesia. Misalnya, kata dia, kehadiran Zainut sebagai Menteri Agama merepresentasikan melalui beberapa anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sementara Bintang, sebagai Menteri PPPA disebut Suhadi mewakili 3 ribu perempuan yang turut hadir gerak jalan.
"Turut serta juga Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) mewakili unsur umat Hindu, Persatuan Gereja-gerja di Indonesia (PGI) mewakili unsur umat Kristen, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) mewakili unsur agama katolik, dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) mewakili unsur agama Konghucu. Juga turut serta perwakilan mahasiswa Buddhis dari beberapa universitas di Jakarta," ujarnya.
Gerak jalan kerukunan tampil semarak dengan adanya parade iringan kesenian daerah tradisional Indonesia dan juga kesenian kontemporer yang dipersembahkan oleh umat Buddha NSI, mulai dari marching band oleh generasi muda buddhis NSI, parade pakaian daerah 34 provinsi Indonesia, iringan alat musik tradisional Angklung yang diikuti oleh 1.000 wanita buddhis NSI berkebaya, hingga penari-penari tradisional dari umat Buddha NSI juga turut meramaikan.
"Kerukunan adalah fondasi di dalam membangun negara yang kuat, oleh karena itu diperlukan peran umat beragama dalam mewujudkan kerukunan dan moderasi agama di Indonesia," tukasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya