Wali Kota Anggap Wajar Bekasi Jadi 'Sarang' Teroris

Jumat, 10 Mei 2019 17:38 Reporter : Adi Nugroho
Wali Kota Anggap Wajar Bekasi Jadi 'Sarang' Teroris Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sedikitnya enam tersangka teroris dibekuk di wilayah Bekasi, Jawa Barat selama lima hari sejak Sabtu pekan lalu. Satu diantaranya disebut tewas akibat meledakkan diri ketika dilakukan penangkapan oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri.

Berdasarkan data yang dirangkum merdeka.com, para tersangka teroris itu antara lain SL ditangkap di Babelan, T (tewas) dan IF ditangkap di Jatiasih, AN ditangkap di Bekasi Selatan, EY alias Rafli ditangkap di Kalimalang, dan YM ditangkap di Rawalumbu.

Polisi menyebut bahwa EY merupakan pimpinan JAD Bekasi, dia merupakan penyandang dana rencana kegiatan amaliah, termasuk menyiapkan dua buah bom yang ditemukan di toko HP miliknya di Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi dalam penggeledahan pada Selasa (8/5) lalu.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, sangat wajar daerahnya menjadi tempat bersembunyi oleh pelaku teroris. Sebab, kata dia, wilayah yang dipimpinnya merupakan daerah lintasan, dan dihuni oleh penduduk urban.

"Orang kan bergerak, kita juga bergerak. Aparat juga bergerak, kalau sekarang diketemukan di Kota Bekasi, Kota Bekasi ini kan bagian integral regional dan nasional. Wajarlah di daerah urban, daerah lintasan ditemukan persoalan-persoalan itu," kata Rahmat di kantornya, Jumat (10/5).

Meski demikian, kata dia, aparat dinilai bergerak lebih cepat dari pelaku teroris yang ditangkap. Sehingga, penangkapan itu menjadi bagian dari antisipasi peristiwa yang dapat menimbulkan rasa takut masyarakat.

"Aparat bergeraknya sangat luar biasa. Sehingga antisipasi itu bisa menimbulkan rasa aman dan nyaman kepada warga masyarakat," ujar Rahmat.

Rahmat menambahkan, deteksi dini yang dilakukan oleh aparat Densus 88 Antiteror maupun kepolisian, merupakan bagian kerja pemerintah melakukan deteksi dini terhadap ancaman terorisme.

"Pemerintah itu ada unsur muspida, jadi kalau sekarang dideteksi oleh Polres, Densus, itu bagian dari deteksi pemerintah," ujar Rahmat. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini