Wakapolri tegaskan tetap menyelidiki kasus penyerangan terhadap tokoh agama
Merdeka.com - Wakapolri Komjen Syafruddin melakukan safari ke beberapa Polda di Indonesia. Tujuannya, untuk mengecek kasus-kasus penyerangan terhadap tokoh agama dan rumah ibadah.
"Beberapa kejadian akhir-akhir ini di daerah, masalah penyerangan terhadap tokoh agama, itu hoax," kata Komjen Syafruddin, saat bertemu para ulama di Masjid Arif Nurul Huda, Mapolda Jatim, Rabu, (21/2).
Bahkan, Syafruddin menyebutkan kalau 95 persennya itu insidennya banyak yang hoax. Meski begitu, Mabes Polri tetap melakukan investigasi.
Tidak hanya itu, dia juga sudah menginstruksikan di seluruh jajarannya menyelidiki secara serius pelaku penyerangan terhadap tokoh agama.
Walaupun, saat ini yang melakukannya terindikasi diduga orangnya mengalami gangguan jiwa. "Meski yang melakukannya tidak waras. Ini tetap harus diselidiki lebih mendalam. Bukan berhenti di ditempat saja," kata jenderal bintang tiga tersebut.
Bahkan, Syafruddin meminta pada masyarakat supaya insiden yang terjadi akhir-akhir ini tidak disamakan dengan peristiwa penyerangan kyai di tahun 1998. Karena, banyak informasi yang hoax.
Apalagi tim yang sudah dibentuk Mabes Polri sudah menangkap orang, diduga sebagai orang yang menyebarkan informasi hoax. "Sudah diamankan. Sekarang masih dikembangkan sama tim yang sudah kita bentuk," katanya.
Sekedar diketahui, dua bulan terakhir terdapat banyak kejadian, penyerangan terhadap tokoh agama, pelakunya diduga mengalami gangguan jiwa alias gila.
Tokoh agama ini seperti yang menimpa Pemimpin Pondok Pesantren Al Hidayah, Bandung, Kyai Umar Basri, yang terjadi awal Februari.
Kemudian seorang, Komando Brigade Persatuan Islam di Bandung, Ustad Prawoto, tewas dianiaya orang yang diduga mengalami depresi.
Selanjutnya pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Karangasem, KH. Hakam Mubarok.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya