Wagub Kalbar: Pelestarian Budaya, Benteng Identitas Bangsa di Tengah Arus Globalisasi; Bukan Sekadar Kesenian!

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai benteng identitas bangsa di era globalisasi. Mengapa ini krusial?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wagub Kalbar: Pelestarian Budaya, Benteng Identitas Bangsa di Tengah Arus Globalisasi; Bukan Sekadar Kesenian!
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan berkomitmen mewujudkan **tata kelola SDA berkeadilan** di Ketapang, menyoroti 157 IUP yang belum menyejahterakan masyarakat lokal. Apa langkah konkret pemerintah? (AntaraNews)

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, baru-baru ini menegaskan urgensi pelestarian budaya sebagai benteng kokoh identitas bangsa. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri sebuah acara di Kabupaten Ketapang pada hari Rabu, 8 Oktober.

Dalam kesempatan tersebut, Krisantus menyoroti bagaimana kekayaan etnis Dayak di Ketapang, ditambah harmoni antarsuku di Kalimantan Barat, menjadi cerminan nyata dari kekuatan budaya. Hal ini penting untuk menjaga jati diri bangsa di tengah gempuran arus globalisasi yang kian pesat.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang menampilkan beragam kesenian dan tradisi masyarakat Dayak bukan hanya sekadar perayaan. Lebih dari itu, momentum ini strategis untuk memperkuat nilai-nilai budaya lokal dan menegaskan peran vital budaya dalam membentuk karakter nasional.

Komitmen Kuat Pemerintah Daerah dalam Pelestarian Budaya

Krisantus Kurniawan secara khusus memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang atas komitmennya. Pemkab Ketapang dinilai memiliki dedikasi kuat dalam menjaga warisan budaya daerah.

Perhatian besar pemerintah setempat terhadap kebudayaan menjadi faktor penting. Hal ini krusial dalam menjaga jati diri masyarakat di tengah perubahan zaman yang serba cepat.

Wakil Gubernur bahkan menyebutkan, "Pak Bupati Ketapang ini di setiap kesempatan tidak pernah melupakan adat budaya. Beliau termasuk kepala daerah yang sangat peduli terhadap pelestarian budaya lokal." Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya upaya pelestarian budaya di Ketapang.

Kabupaten Ketapang secara konsisten menyelenggarakan berbagai agenda budaya. Ini termasuk Pekan Gawai Dayak, Festival Budaya, hingga Pentas Seni Budaya Dayak, sebagai wujud nyata praktik pelestarian tradisi.

Budaya sebagai Fondasi Karakter dan Promosi Bangsa

Krisantus Kurniawan lebih lanjut menegaskan bahwa budaya merupakan fondasi utama dalam membangun karakter bangsa yang kuat. Ia mengingatkan bahwa bangsa yang melupakan budayanya akan kehilangan arah.

Selain itu, bangsa tersebut juga akan mudah tergerus oleh perkembangan zaman yang terus bergerak. Oleh karena itu, pelestarian budaya adalah investasi jangka panjang untuk masa depan.

Dalam konteks modern, Krisantus melihat teknologi sebagai alat yang potensial. "Di era kemajuan teknologi yang pesat ini, justru teknologi harus dimanfaatkan untuk mempromosikan budaya Dayak agar dikenal di tingkat nasional bahkan internasional," katanya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berharap semangat yang ditunjukkan Kabupaten Ketapang melalui penyelenggaraan Pagelaran Seni Budaya Dayak (PSBD XI) dapat menjadi inspirasi. Harapan ini ditujukan bagi daerah lain untuk terus mengembangkan dan melestarikan kekayaan budaya sebagai bagian dari kekuatan besar bangsa Indonesia.

Berbagai agenda budaya yang secara rutin diselenggarakan di Kabupaten Ketapang meliputi:

  • Pekan Gawai Dayak
  • Festival Budaya
  • Pentas Seni Budaya Dayak (termasuk PSBD XI)

Kegiatan-kegiatan ini berfungsi sebagai ruang ekspresi dan pembelajaran bagi generasi muda. Tujuannya agar mereka semakin mencintai budayanya sendiri dan meneruskan tradisi luhur.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi