Virus Corona Merebak, WNI Diduga Korban Perdagangan Orang Terisolasi di China

Sabtu, 1 Februari 2020 20:27 Reporter : Bram Salam
Virus Corona Merebak, WNI Diduga Korban Perdagangan Orang Terisolasi di China Korban Virus Corona. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Ratnaningrum (22) seorang WNI asal Subang, Jawa Barat, yang tinggal di Provinsi Hubei, China, dikabarkan terisolasi dan tidak bisa beraktivitas ke luar rumah seiring mewabahnya virus Corona dari Wuhan. Ratnaningrum berada di Hubei setelah diduga menjadi korban pengantin pesanan oleh agen perorangan asal Tangerang. Ratna dinikahkan dengan Warga Negara Asing asal China.

Eha (40) Ibu kandung Ratna, yang tinggal di Desa Rawameneng, Kecamatan Blanakan, Subang, mengatakan sejak wabah virus Corona anaknya tak lagi bisa ke luar dari rumah.

"Dia setiap saat mengabarkan kondisinya melalui telefon selular, tidak bisa keluar rumah," kata Eha, Sabtu (1/2), di rumahnya.

Dia berharap anaknya dapat dipulangkan pemerintah bersama WNI lain. Eha khawatir anaknya terjangkit virus mematikan yang telah memakan ratusan jiwa, serta ribuan orang lainnya masuk rumah sakit itu.

"Harapan saya, anak saya dapat segera dipulangkan ke Tanah Air," harap Eha.

1 dari 1 halaman

DPP Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jakarta mengatakan dari data dan keterangan keluarga Ratnaningrum, ia merupakan korban perdagangan orang dengan modus pengantin. Ratna dipesan oleh agen bernama Lina asal Tangerang, yang dikenal korban melalui media sosial facebook dilanjutkan melalui komunikasi WhatsAap.

"Ratna ini merupakan korban perdagangan orang modus pengantin pesanan dari sindikat khusus gadis desa," kata Ketua Serikat Buruh Mingran Indonesia, Boby saat berkunjung ke rumah keluarga Ratnaningrum.

Agen tersebut, kata Boby, setelah mendapatkan korban melalui media sosial, langsung menemui orang tua korban dengan iming-iming ada pengusaha kaya mencari gadis asal Indonesia untuk dinikahi. Orang tua korban juga dijanjikan akan dibuatkan rumah besar dan fasilitas mobil serta uang sebesar Rp 5 juta per bulan setelah anaknya resmi nikah dan akan dibawa ke negara asal suami di negara China.

"Korban dan orang tua pengantin pesanan biasanya diiming-iming kesejahteraan," terang Boby.

Data Pencatatan Sipil yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Subang, Ratnaningrum dinikahi WNA China bernama Li Shuwan Shuwan.

"Modus pengantin pesanan ini telah sering terjadi, karena korban dan pihak keluarga tergiur kemewahan," jelas Boby.

Pemerintah Indonesia melalui Menlu Retno Marsudi mengatakan ada sebanyak 245 WNI di Provinsi Hubei ditambah lima anggota tim aju yang akan dipulangkan ke Indonesia.

"Jadi jumlah yang akan naik dari Wuhan adalah 250 orang," ujarnya. [ded]

Baca juga:
Stok Makanan Menipis, 8 Mahasiswa Asal Serang di China juga Ingin Pulang
Lokasi Karantina Cuma Hanggar Pesawat, Warga Natuna Takut Kena Corona
Mahfud MD: Mulai Lusa, Penerbangan Dari dan Menuju China Ditutup
AS Siapkan 4 Markas Militer untuk Lokasi Karantina Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini