Viral Suhu Udara di Solo Mencapai 40 Derajat, Ini Penjelasan BMKG

Senin, 21 Oktober 2019 16:33 Reporter : Arie Sunaryo
Viral Suhu Udara di Solo Mencapai 40 Derajat, Ini Penjelasan BMKG Suhu Udara di Solo 40 Derajat Celcius. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Solo dan sekitarnya merasakan meningkatnya suhu udara saat siang hari. Tak sedikit warga yang mengunggah kondisi suhu udara di status WhatsApp pribadi atau di media sosial lainnya. Disebutkan suhu udara di Solo kali ini mencapai 40 derajat atau 42 derajat celcius.

"Di tempat saya 42 derajat, panas banget. Ini enggak berani keluar, takut gosong," ujar Olivia, warga Tawangsari, Sukoharjo, Senin (21/10).

Dia menduga, penyebab panasnya sinar matahari tersebut adalah pengaruh global warming. Menurutnya, penggunaan bahan bakar migas di Solo dan sekitarnya semakin banyak karena kuantitas kendaraan bermotor semakin padat.

Kondisi serupa terjadi di daerah Colomadu, Karanganyar. Suhu udara di sekitar Jalan Adi Soemarmo juga mencapai 42 derajat. Padahal pada hari-hari sebelumnya maksimal hanya sekitar 38 derajat.

"Ini dirumahku juga 42 derajat. Panas sekali, terasa perih di muka. Kalau mau keluar naik motor harus bawa masker atau jaket yang rapet," kata Utri M, warga Colomadu.

Pantauan merdeka.com di Solo suhu mulai panas sejak pukul 9.00 WIB. Pada jam tersebut warga yang beraktivitas mengeluh kepanasan. Saat itu suhu terpantau 37 derajat. Namun menjelang siang, terus naik hingga 40 derajat.

"Sumuk (gerah) banget mas. Biasane enggak seperti ini," kata Rati, pemilik warung ayam kremes di Manahan.

Sebagian besar wilayah Kota Solo dan sekitarnya selama 4 bulan terakhir ini belum turun hujan. Udara panas disertai angin kencang hampir tiap hari terjadi.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jawa Tengah, Iis Widya Harmoko, menyampaikan kondisi suhu tersebut berbeda dengan catatannya. Di Menurutnya, suhu tertinggi di Kota Solo hingga sore ini mencapai 37 derajat.

"Di Solo sampai sore ini antara 36-38 derajat Celcius, di Semarang lebih tinggi sedikit," ujar Iis, Senin.

Penghitungan suhu tersebut berdasarkan peralatan yang sudah sesuai standar. Di Solo, penghitungan dilakukan salah satunya di Bandara Internasional Adi Soemarmo.

"Bandara selalu melakukan pengamatan suhu dan divalidasi BMKG, dan bisa dipertanggungjawabkan. Kalau hanya aplikasi di handphone tidak bisa dipertanggungjawabkan," tandasnya.

Iis menambahkan, tingginya suhu udara tersebut merupakan hal yang wajar. Apalagi bulan Oktober merupakan puncak tingginya suhu udara. Saat itu, lanjut dia, matahari berada di atas kita. Dia memperkirakan suhu udara akan menurun saat memasuki bulan November, di mana musim penghujan akan datang. [ray]

Topik berita Terkait:
  1. Suhu
  2. Cuaca Ekstrem
  3. BMKG
  4. Surakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini