Viral Massa Geruduk Minimarket Diduga di Bekasi Teriakan 'Kepung, Kepung'

Selasa, 5 November 2019 10:29 Reporter : Merdeka
Viral Massa Geruduk Minimarket Diduga di Bekasi Teriakan 'Kepung, Kepung' sekolompok massa rusak minimarket. ©2019 Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Sekelompok massa menggeruduk minimarket diduga terjadi di Bekasi. Belum diketahui apa yang diperdebatkan, yang pasti massa terlihat tersulut emosi. Sebagian dari mereka berteriak 'kepung'.

Aksi tersebut terekam kamera ponsel salah seorang warga dan kini viral di jagat maya.

Dari rekaman video berdurasi 02.16 menit terlihat segerombolan massa berkerumun di salah satu minimarket. Beberapa kali terdengar suara orang bersitegang.

"Kepung, kepung kepung," kata pria tersebut, seperti dikutip merdeka.com dari video, Selasa (5/11).

"Iya bisa kepung kenapa enggak," timpal pria lain yang ada di video tersebut.

Tak lama berselang, keributan pecah. Beberapa orang melempar bangunan dengan batu, kayu dan tong sampah. Warga sekitar yang berada di lokasi sampai ketakutan. Dia meminta petugas yang berjaga untuk membubarkan massa.

"Bubarin pak bubarin, Pak itu pak tolong, bubarin," kata seorang wanita.

Dalam keterangannya, peristiwa itu terjadi di kotamadya Bekasi pada 23 Oktober 2019. Salah satu pemilik waralaba sedang dimintain retribusi.

"Ini yang saya sampaikan keberatan ke pemkot Bekasi karena GIBAS ini ormas yang memang sering gangguin bisnis selama ini," seperti yang tertulis dalam caption tersebut.

Menurut keterangan, Ini karena diinisiasi dari Walikota Bekasi Rahmat Efendy yang minta ke ormas GIBAS untuk jadi juru parkir di setiap minimarket dan dikenakan tarif Rp2000 per konsumen sedangkan UMKM di toko-toko mengeluh karena konsumen jadi malas belanja. Mereka meminta untuk videonya diviralkan.

"Mohon kpd kawan2x untuk memviralkan info ini, agar bisnis usaha menjadi kondusif dan tdk gulung tikar.
Kasus ini identik dg saat OTT di Samarinda. 2 organisasi preman seolah-olah mendptkan LEGALISASI dari Pemda setempat. Surat LEGALISASI spt dibawah ini bisa menjadi Alat Bukti Kejahatan (Instrumen Delik) serta dapat menyeret Pemda (oknum)nya menjadi bagian 'pemerasan' kepada penggiat usaha waralaba/franchise spt kami," tutupnya.

Saat dikonfirmasi, Polisi mengaku belum menerima laporan mengenai tindakan di video yang beredar.

"Belum ada laporan. Saya cek dulu ya," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kompol Arman kepada Liputan6.com.

Reporter: Ady Anugrahadi [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini