Viral! Detik-detik Pencopetan Ponsel di TIM Saat Puncak Abang None 2025, Pelaku Beraksi di Depan Gubernur

Ponsel seorang pegawai Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat dicopet saat puncak Abang None 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Insiden pencopetan ponsel di TIM ini terekam jelas dan terjadi saat Gubernur DKI tiba, memicu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Viral! Detik-detik Pencopetan Ponsel di TIM Saat Puncak Abang None 2025, Pelaku Beraksi di Depan Gubernur
Ponsel seorang pegawai Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Barat dicopet saat puncak Abang None 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Insiden pencopetan ponsel di TIM ini terekam jelas dan terjadi saat Gubernur DKI tiba, memicu. (Merdeka.com)

Pada Jumat (29/9) malam, sebuah insiden mengejutkan terjadi di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, saat berlangsungnya acara puncak Abang None Jakarta 2025. Seorang pegawai Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Barat menjadi korban pencopetan ponsel. Kejadian ini menambah daftar panjang kasus kriminalitas di tempat umum yang ramai.

Korban, Farhan Fauzan, sedang menjalankan tugas meliput kedatangan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. Momen krusial ini dimanfaatkan oleh dua pria tak dikenal untuk melancarkan aksi pencurian. Mereka beraksi di tengah keramaian dan perhatian publik yang terpusat pada pejabat daerah.

Aksi nekat kedua pelaku terekam jelas dalam sebuah video yang kini telah tersebar luas. Kepala Seksi Industri Suku Dinas Parekraf Jakarta Barat, Sanyoto, membenarkan kejadian ini dan telah memviralkan rekaman tersebut. Insiden ini menimbulkan kekhawatiran terkait keamanan dan pengawasan di acara-acara publik berskala besar.

Modus Operandi Pencopetan Ponsel di TIM yang Terekam Jelas

Rekaman video menunjukkan secara detail bagaimana kedua pelaku melancarkan aksinya dengan terencana. Salah seorang copet, yang mengenakan sweater hitam bertuliskan angka "77", terlihat mendekati Farhan Fauzan. Ia dengan sigap mengambil ponsel dari tangan korban yang saat itu sedang sibuk memegang kamera untuk meliput.

Setelah berhasil mengambil ponsel, pelaku bersweater hitam tersebut segera bergerak mendekati rekannya. Rekan pelaku ini mengenakan kemeja biru yang dibalut jaket hitam, dan ia berpura-pura merekam layaknya seorang jurnalis. Modus ini menunjukkan bahwa para pelaku telah mempersiapkan diri untuk menyamar di tengah keramaian acara.

Penyerahan ponsel curian dilakukan secara cepat dan rapi, mengindikasikan koordinasi yang baik antara kedua pelaku. Aksi pencopetan ponsel di TIM ini terjadi tepat di sisi kanan Gubernur Pramono Anung, menunjukkan keberanian dan kelancaran mereka dalam beraksi. Kehadiran pejabat tinggi daerah tidak menyurutkan niat jahat mereka.

Tindak Lanjut dan Respon Pihak Berwenang Terhadap Pencopetan Ponsel di TIM

Kepala Seksi Industri Suku Dinas Parekraf Jakarta Barat, Sanyoto, mengonfirmasi kebenaran insiden pencopetan ponsel di TIM ini. "Iya benar (pencopetan dialami pegawai Parekraf Jakbar). Beritanya juga sudah diviralkan," kata Sanyoto. Ia menambahkan bahwa korban memang sedang ditugaskan untuk meliput acara tersebut di Graha Budaya Bakti TIM.

Sanyoto juga menyatakan bahwa Farhan Fauzan, korban pencopetan, berencana untuk segera membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian. Langkah ini diharapkan dapat membantu proses penyelidikan dan penangkapan pelaku. Pelaporan resmi menjadi kunci agar kasus ini dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Menanggapi kabar ini, Kapolsek Menteng, Kompol Reza Rahandi, mengaku akan segera mengecek perkara tersebut. "Belum ada laporan. Nanti kami konfirmasi ke penyidik," ujar Reza saat dikonfirmasi di Jakarta pada Sabtu. Pihak kepolisian akan menunggu laporan resmi dari korban untuk memulai proses penyelidikan dan mencari tahu identitas para pelaku.

Insiden pencopetan ponsel di TIM ini menjadi pengingat penting bagi penyelenggara acara dan masyarakat umum untuk selalu waspada. Keamanan di area publik yang ramai harus selalu menjadi prioritas utama. Peningkatan pengawasan dan koordinasi antarpihak terkait sangat diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi