Video CCTV Teror Pocong Hebohkan Warga Solo, Wali Kota Respati Janji Tindak Tegas Pelaku
Respati menegaskan, pihaknya tidak segan-segan untuk mengambil langkah hukum apabila terbukti mengandung unsur pidana.
Warga Kota Solo, khususnya kawasan belakang kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) dibuat heboh setelah beredarnya rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan sosok mirip pocong yang berkeliaran di tengah malam di pemukiman.
Video berdurasi 27 detik itu diunggah di sejumlah akun media sosial, di antaranya akun Instagram @beritasolohariini. Dari unggahan tersebut tertulis 'Macak pocong, apapun motifmu sing genah wes gawe resah warga sekitar. (Berdandan pocong, apapun motifmu yang jelas sudah bikin resah warga sekitar). Lokasi gang sebelah SD Ngoresan, belakang UNS'.
Untuk diketahui wilayah Ngoresan masuk Kelurahan/Kecamatan Jebres, Kota Solo. Di video CCTV terlihat tanggal kejadian pada Minggu (7/6) sekitar pukul 01.14 WIB dini hari.
Ditemui awak media, Senin (8/6) Wali Kota Solo, Respati Ardi mengaku sudah mengetahui isu tersebut. Ia pun berjanji untuk menindak tegas pelaku teror pocong bersama Satpol PP Solo dan kepolisian.
"Mau pocong, sundel bolong atau kuntilanak, yang mengganggu ketertiban kita sikat sama Satpol PP pikoknya. Tidak ada kata toleran untuk ketertiban dan keamanan,” tandasnya.
Respati menegaskan, pihaknya tidak segan-segan untuk mengambil langkah hukum apabila terbukti mengandung unsur pidana.
“Kalau sudah mengganggu ketertiban, ada unsur pidana, ya kita pidanakan. Kita enggak ada main-main sama pocong, kuntilanak, sundel bolong atau apapunlah, ya. Kalau dipegang tidak kelihatan ya, dibacakan Ayat Kursi gitu,” tegasnya.
Penjelasan Polisi
Ungkapan senada disampaikan Kasi Humas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani. Ia juga membenarkan adanya video yang beredar diduga aksi teror pocong. Pihaknya pun sudah memantau dan melaporkan ke pimpinan.
"Memang benar ada sebagian orang yang memposting bahwa ada teror pocong. Di postingan, betul di tanggal 7 dan di dini hari, tapi masih kita dalami. Kita juga masih monitor, nanti akan kita update lagi,” pungkasnya.