Politisi PDIP yang juga Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanggapi, rencana pemerintahan Prabowo Subianto untuk menarik utang sekitar Rp700 triliun dalam RAPBN 2026. Menurutnya, kebijakan ini terbilang suka-suka dan tidak baik di mata investor.
Ahok menyebut, jika dalam dunia bisnis, cara menarik utang baru untuk membayar utang lama bisa dianggap bisnis yang tengah dijalankan sudah bangkrut. Hal ini disampaikannya dalam Seminar Nasional dengan tema Golden Visa: antara Harapan dan Realita dalam Investasi Indonesia, Jakarta pada Sabtu (23/8).