Venue Aquatik JSC Berlumut, Gubernur Sumsel Sebut Akibat Puting Beliung
Merdeka.com - Jakabaring Sport City (JSC) Palembang menjadi perbincangan publik beberapa hari terakhir lantaran listrik diputus PLN akibat menunggak tagihan enam bulan. Belum usai masalah itu, muncul persoalan lain yang tengah diatasi pemerintah setempat.
Masalah baru tersebut adanya temuan venue aquatik yang berlumut. Atlet renang dan loncat indah pun terpaksa tetap berlatih di eks venue SEA Games 2011 itu lantaran tak ada arena pengganti.
Kesan venue aquatik tak terawat membuat Gubernur Sumsel Herman Deru angkat bicara. Dia membantah kolam renang itu berlumut akibat terbengkalai, melainkan dampak puting beliung Oktober 2018 lalu.
"Ya itu akibat puting beliung, atap membran di venue aquatik pecah," ungkap Deru, Kamis (4/7).
Dijelaskannya, membran tengah didatangkan dari Eropa karena bukan produk Indonesia. Dalam waktu dekat, barang tersebut sudah bisa dipakai menggantikan yang rusak.
"Sekarang sedang dalam perjalanan," ujarnya.
Terkait tunggakan bayaran listrik JSC selama enam bulan sebesar Rp 3 miliar, Deru meminta pengelola mengupayakan melunasinya. Dia mengapresiasi PT PLN yang kembali menyambung aliran listrik di eks Asian Games 2018 meski tidak belum beres.
"Ini karena transisi pengelola JSC ke Anajico. Memang subsidi pemerintah tidak ada lagi, tujuannya mendewasakan mereka (pengelola) biar ada PAD untuk Sumsel," kata dia.
Menurut dia, kawasan itu diproyeksikan menjadi sport tourism bertajuk The New JSC. Bukan hanya menghadirkan fasilitas olahraga bagi atlet dunia tetapi juga menjadi tempat rekreasi dunia olahraga bagi wisatawan.
"Ini anjuran menteri. JSC menjadi tujuan utama wisatawan jika pergi ke Palembang," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya