Usai jumrah aqabah, jemaah pilih ke pemondokan karena lebih nyaman
Merdeka.com - Seluruh jemaah haji dari seluruh dunia termasuk Indonesia telah melakukan lempar jumrah aqabah pada Senin (12/9) kemarin. Selepas melontar jumrah aqabah, beberapa jemaah haji Indonesia memilih balik ke pemondokan dari pada bermalam di tendanya masing-masing.
"Soalnya deket jaraknya. Tinggal lewat terowongan, sudah sampai deh tempat lempar jumrah," kata jemaah kloter JKS-22, Saniba (60), ditemui Selasa (13/9).
Saniba yang ditempatkan di Pemondokan 603 (hotel Khulafaa) di Syisyah ini mengaku jarak pemondokannya dengan tempat lempar jumrah hanya 500 meter. Sementara, jarak tendanya di wilayah Mina Jadid ke lokasi lempar jumrah sekitar 4 kilometer.
"Kalau nginap di tenda, itu jaraknya empat kiloan. Kalau harus bolak-balik tenda-tempat jumrah, itu capek sekali," katanya. Dia menambahkan, "Mendingan balik ke pemondokan, jaraknya dekat hanya 500-an meter."
Saniba mengakui ada bus dari Mina Jadid yang mengantar jemaah ke lokasi lempar jumrah. Tapi, dia mengaku lebih senang jalan dari pemondokan daripada naik bus dari tenda ke tempat pelemparan jumrah. "Malas nunggu busnya," katanya.
Ageng Ciptono (49) beda lagi alasannya. Dia memilih balik ke pemondokannya di Hotel Rehal Mina karena alasan tidur di kamar hotel lebih nyaman daripada tidur di tenda. Sementara Ani Khairani asal kloter JKG-31 memilih kembali ke hotel karena ada beberapa jemaah tua yang butuh kenyamanan.
"Di kelompok kami, ada jemaah yang usianya 50 sampai 70 tahun," kata Ani. "Kita dorong mereka pakai kursi roda kembali ke pemondokan karena tempatnya lebih nyaman dari pada istirahat di tenda."
Jemaah kloter LOP-02, Muhammad Akhyat (46), pun memilih kembali ke pemondokan karena mandinya tidak perlu harus mengantre seperti ketika mereka harus menginap di tenda. Muhammad pun mengaku lebih nyaman tidur di kamar hotel.
"Kita butuh tidur nyaman untuk menjaga kondisi stamina kita," kata Muhammad yang ditempatkan di tenda Mina Jadid di Maktab-09. "Karena, ibadah haji ini membutuhkan stamina fisik yang bagus," ujarnya
Para jemaah yang memilih kembali ke pemondokan ini rela tidak kebagian jatah makan. Jemaah selama berada di Mina mendapat jatah makan sebanyak tiga kali makan sehari. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya