Usai Dilantik, Ketua DPW Apkasindo Riau Akui Banyak Masalah Dihadapi Petani Sawit
Merdeka.com - Usai menggelar musyawarah wilayah, Ketua DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Medali Emas Manurung melantik Ketua DPW Apkasindo Riau dan 60 pengurus. Pelantikan disaksikan Gubernur Riau, Syamsuar. Diharapkan para pengurus yang baru semakin solid dengan tujuan kesejahteraan para petani sawit.
Proses pelantikan mengacu kepada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Musyawarah dihadiri sebanyak 200 lebih peserta dari berbagai kalangan.
"Sesuai dengan hasil Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswillub) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Apkasindo yang digelar di Pekanbaru, Ahad (15/9), secara aklamasi akhirnya memutuskan Santa Buana Kacaribu SP MM menjadi Ketua DPW Apkasindo Riau untuk periode 2019-2024," ujar Ketua Panitia Pelantikan, Menrizal, Pekanbaru, Selasa (3/12).
Santa Buana mengatakan membutuhkan dukungan semua pihak. Khususnya, Pemerintah Riau untuk mewujudkan sawit berkelanjutan yang saat ini sedang dicanangkan.
"Ini merupakan tantangan yang berat apalagi saat ini banyak permasalahan yang dihadapi petani sawit. Terutama petani yang berada di kawasan hutan, peran pemerintah ini sangat dibutuhkan dalam mencari solusinya," terang Santa.
Selain itu, kata Santa, permasalahan harga Tandan Buah Sawit (TBS) yang cenderung rendah sekali untuk bisa masuk ke pabrik di Riau. Karena itu, Apkasindo Riau butuh dukungan pemerintah untuk mendorong Pabrik Kelapa Sawit membeli sawit dengan harga standar.
"Dan yang terakhir ada masalah Karhutla yang selalu mengindikasikan petani yang sudah membakar lahan. Padahal Apksindo mengutuk keras pembakar lahan dan berkomitmen untuk mencegah Karhutla di daerah kota dan kabupaten yang ada di Riau ini," ucapnya.
Gulat Manurung mengatakan, sebagai petani dia memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo karena sudah memberikan regulasi tentang sawit.
Apalagi 47 persen ekonomi Riau ini ditopang oleh sawit. Sehingga, lanjut Gulat, nasib petani sawit ini terus menjadi skala prioritas pemerintah untuk mendukung sawit berkelanjutan ini.
"Indonesia khususnya Riau harus bangga karena saat ini menjadi penghasil devisa yang besar di sektor sawit. Apalagi untuk mendukung itu, saat ini sudah hadir kampus politeknik sawit di Kampar," kata Gulat.
Tidak hanya itu melalui dana BPDPKS banyak juga anak anak petani sawit yang sudah mendapatkan beasiswa. Begitu juta dalam waktu dekat ini, akan ada Politeknik di Universitas lancang Kuning yang pastinya juga akan mendapatkan beasiswa dari dana BPDPKS.
Gubernur Riau, Syamsuar berharap dengan pelantikan ini bisa membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian di Riau.
Syamsuar mengingatkan, hal terpenting adalah masalah Karhutla yang dirasakan masyarakat Riau, untuk itu diminta komitmen dari Apkasindo agar bersama menanggulangi Karhutla.
"Apa yang disampaikan ketua DPP Apkasindo yang begitu menggebu untuk mencegah Karhutla ke depannya. Dengan komitmen ini kami dari pemerintah sangat berterima kasih karena masalah Karhutla ini tanggung jawab kita bersama. Kami sudah mempersiapkan alat untuk membuka lahan tanpa membakar, dan kami juga akan mengimbau perusahaan untuk membantu petani agar membuka lahan tanpa membakar," tegasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya