Upaya Pemutusan Rantai Penularan Covid-19 Bisa Rusak Bila Pemudik Pulang Kampung

Kamis, 2 April 2020 17:34 Reporter : Bachtiarudin Alam
Upaya Pemutusan Rantai Penularan Covid-19 Bisa Rusak Bila Pemudik Pulang Kampung Upaya pencegahan corona di stasiun kereta. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi memperbolehkan masyarakat untuk mudik kampung halaman. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai hal itu, dapat merusak rencana pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kami sebagai tenaga medis tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik. Bukan tidak boleh, tapi ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona," ujar Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI Adib Khumaidi saat dihubungi merdeka.com, Kamis (2/4).

Mengapa demikian, lanjutnya, dengan mudiknya warga dari daerah episentrum penyebaran virus Corona atau zona merah bisa membuat peta penyebaran berubah dengan drastis dan menyulitkan pemerintah daerah melakukan tracing.

"Sekarang daerah sedang mengontrol penyebaran tracing wilayah yang terjangkit virus. Kalau ini dilakukan, perpindahan akan cepat bukan, berdampak pada beban daerah yang semakin tinggi termasuk financial dan pengontrolan," katanya.

Terlebih, ia mengungkapkan bahwa kondisi di daerah sampai saat ini banyak tenaga medis yang masih kekurangan alat pelindung diri (APD) dan kelengkapan medis lainnya.

"Kondisi di daerah itu kan banyak yang seperti klinik, puskesmas mereka yang berada digaris terdepan. Dengan keterbatasan APD, ditambah para pemudik yang diperbolehkan. Pasti sangat beresiko bagi mereka," tegasnya.

Baca Selanjutnya: Tidak Ada Yang Menjamin Isolasi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini