Upacara adat warnai peresmian makam Tan Malaka di Sumbar

Sabtu, 15 April 2017 06:59 Reporter : Mardani
Upacara adat warnai peresmian makam Tan Malaka di Sumbar Peresmian makam Tan Malaka. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Peresmian makam Tan Malaka yang digelar pada hari Jumat (14/4) di Nagari Pandam Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar, berjalan dengan khidmat. Rangkaian prosesi khaul sakral adat Tan Malaka dimeriahkan dengan pertunjukan tari piring badantiang, juga penampilan monolog Tan Malaka yang diperankan oleh Joind Bayuwinanda.

Pencarian panjang keberadaan Ibrahim Datuk Tan Malaka selama 63 tahun oleh keluarganya menemukan titik terang. Yaitu saat seorang peneliti sejarah asal Belanda, Herry Poeze, menemukan lokasi makamnya tahun 2007 silam.

Keluarga menyambut baik temuan makam di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu. Temuan itu lantas ditindak lanjuti dengan beberapa hal untuk meningkatkan keyakinan terhadap keberadaan jasad tokoh pergerakan nasional itu.

makam tan malaka

Makam Tan Malaka ©2017 Merdeka.com

Ferizal Ridwan, Wakil Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat mengungkapkan, pada tahun 2009 pihak keluarga telah melakukan tes DNA terhadap tulang yang ada di makam itu. Rangkaian prosesi penjemputan dan pemulangan ini berdasar dari mandat pihak keluarga yang menginginkan jasad Tan Malaka kembali dan pulang ke kampung halamannya.

Prosesi penjemputan dan pemulangan jasad Datuk Ibrahim Tan Malaka dimulai sejak tanggal 16 Februari 2017. Ia berharap makam Tan Malaka mendapat pengakuan resmi dari pemerintah sebagai makam pahlawan.

Selain peresmian makam Tan Malaka, acara lainnya juga melaunching Tan Malaka House and Library sebagai museum, taman bacaan, dan pusat kajian ekonomi kerakyatan.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon, hadir langsung untuk meresmikan makam Tan Malaka. Fadli Zon menyebut Tan Malaka adalah tokoh penting dalam pendirian Republik Indonesia. Karena itu dia menegaskan kembali bahwa Tan adalah pahlawan nasional, berdasar pada Keputusan Presiden RI Nomor 53, yang ditandatangani Presiden Soekarno 28 Maret 1963.

Dalam sambutannya, Wakil ketua Bidang Korpolkam yang punya perhatian mendalam pada sejarah dan kebudayaan ini berpendapat, Tan Malaka adalah seorang nasionalis muslim. Selain itu, Tan merupakan pemikir awal sebelum kemerdekaan Indonesia yang memiliki konsep tentang negara republik.

"Pemikiran Tan Malaka Merdeka 100 persen masih sangat relevan sampai hari ini. Kita bisa melihat bagaimana kondisi Indonesia harus mengedepankan kedaulatan agar bisa sepenuhnya berdaulat. Kedaulatan dalam hal ini adalah kedaulatan pangan, udara, laut, dan hukum kita," kata Fadli Zon. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tan Malaka
  3. Padang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini