Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) tengah menjajaki kerja sama strategis dengan TWODAYSIDEA. Penjajakan ini bertujuan untuk mempersiapkan partisipasi karya mahasiswa dan dosen UMPR dalam pagelaran ilustrasi internasional di Seoul, Korea Selatan, yang dijadwalkan pada Juni 2026.
Pertemuan virtual melalui Zoom telah dilakukan pada Sabtu, 21 Februari, menandai langkah awal kolaborasi ini. Direktur Kerja Sama Perguruan Tinggi UMPR, Rakhdinda Dwi Artha Qairi, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah konkret UMPR dalam menginternasionalisasi kampus. Fokus utama adalah penguatan sektor industri kreatif di tingkat global.
Partisipasi dalam ajang bergengsi seperti The Seoul Illustration Fair V.21 (SIF) menjadi momentum penting bagi UMPR. Ini bukan hanya tentang pameran, tetapi juga tentang membangun kepercayaan diri serta standar kualitas internasional bagi sivitas akademika.
Advertisement
Advertisement
Kolaborasi antara UMPR dan TWODAYSIDEA ini difokuskan pada persiapan matang untuk membawa karya-karya terbaik ke panggung global. Rakhdinda Dwi Artha Qairi menegaskan, UMPR akan melakukan proses kurasi ketat untuk memastikan representasi kampus berjalan optimal.
Dalam pembahasan skema kerja sama, kedua belah pihak telah menyepakati sejumlah poin penting. Kesepakatan ini mencakup pembagian peran, fokus kolaborasi yang jelas, kebutuhan teknis program, serta ketentuan partisipasi.
UMPR akan bertanggung jawab dalam menyiapkan kurasi karya-karya unggulan dari mahasiswa dan dosen. Sementara itu, TWODAYSIDEA akan memfasilitasi koneksi, promosi, serta integrasi karya-karya tersebut ke dalam ekosistem pameran internasional.
Advertisement
Sinergi yang dibangun ini diharapkan tidak hanya membuka akses panggung global bagi sivitas akademika UMPR. Lebih dari itu, kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan talenta kreatif yang berdaya saing internasional.
Advertisement
TWODAYSIDEA, sebagai creative enabler, menegaskan misinya untuk membuka akses pasar global bagi talenta lokal. Hal ini dilakukan melalui partisipasi aktif di panggung internasional, mengingat industri kreatif kini diakui sebagai "new engine of growth" ekonomi dunia.
Founder TWODAYSIDEA, Muhammad Kurnia, menyatakan bahwa melalui kolaborasi ini, pihaknya ingin memastikan talenta kreatif dari Indonesia, termasuk dari UMPR, memiliki akses yang lebih luas ke pasar global. Tujuannya bukan hanya tampil, tetapi juga memahami cara mengelola dan melindungi kekayaan intelektual agar memiliki nilai ekonomi berkelanjutan.
Penguatan aspek kekayaan intelektual (IP) menjadi fondasi penting agar para kreator mampu bersaing secara profesional di tingkat internasional. Kurnia percaya bahwa kampus memiliki peran strategis sebagai inkubator talenta.
Advertisement
Dengan kurasi yang tepat dan pendampingan ekosistem, karya mahasiswa diyakini bisa berdiri sejajar dengan kreator global. Kolaborasi ini menjadi jembatan penting bagi talenta lokal untuk menembus pasar global dan mendapatkan pengakuan internasional.
Advertisement
Salah satu agenda utama dari kolaborasi ini adalah keterlibatan UMPR dalam pameran profesional The Seoul Illustration Fair V.21 (SIF). SIF adalah ajang bergengsi di bidang ilustrasi yang sejak tahun 2015 telah menjadi platform vital bagi seniman lokal maupun global.
Ajang ini memungkinkan para seniman untuk menampilkan karya-karya mereka dan membangun jejaring industri yang luas. Partisipasi UMPR di SIF diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga dan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut di masa depan.
Pertemuan daring ini dihadiri oleh Founder TWODAYSIDEA Muhammad Kurnia, Co-Founder Sasa dan Rania, serta Executive Assistant Anggit. Dari pihak UMPR, hadir Direktur Kerja Sama Perguruan Tinggi Rakhdinda Dwi Artha Qairi, Koordinator Divisi Kerja Sama dan Hubungan Internasional Dr (cand) Sadar MIP, dan Direktur BAKA Miftahurrizqi.
Advertisement
Dengan sinergi yang dibangun, partisipasi dalam pagelaran Juni mendatang menjadi langkah awal menuju kolaborasi berkelanjutan di sektor industri kreatif global. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi pengembangan talenta kreatif di Indonesia.
Sumber: AntaraNews