Ribuan umat Muslim di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memadati berbagai lapangan dan masjid untuk melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah. Pelaksanaan shalat ini menjadi penanda berakhirnya bulan suci Ramadhan, membawa suka cita bagi seluruh jemaah. Momen sakral ini dirayakan dengan penuh khidmat dan kebersamaan di seluruh penjuru kota.
Pusat pelaksanaan Shalat Idul Fitri tingkat Kota Mataram dipusatkan di halaman parkir belakang Lombok Epicentrum Mall. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Mataram Mohan Roliskana beserta keluarga, jajaran forkopimda, serta para pejabat lingkup Pemerintah Kota Mataram. Kehadiran mereka menambah semarak perayaan kemenangan umat Islam.
Ustadz Sanusi bertindak sebagai imam dalam shalat berjemaah tersebut, sementara khutbah disampaikan oleh M Saleh Ending. Saleh Ending saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor II Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Khutbahnya menekankan pentingnya Idul Fitri sebagai momentum pembersihan hati dan kembali kepada fitrah manusia.
Advertisement
Advertisement
Makna Idul Fitri dan Pembersihan Hati
Dalam khutbahnya, M Saleh Ending menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan peristiwa penting untuk membersihkan hati dan meruntuhkan ego pribadi. Ia menyerukan kepada jemaah untuk introspeksi diri serta membuang segala bentuk kesombongan yang mungkin selama ini dipuja. Momen ini menjadi kesempatan berharga untuk memulai lembaran baru dengan jiwa yang lebih suci.
Saleh Ending juga menjelaskan bahwa Idul Fitri adalah hari raya fitrah bagi semua umat, hari raya kesucian manusia sebagai makhluk yang hanif. Makhluk hanif adalah mereka yang senantiasa merindukan kebenaran dan mencari keridaan Allah SWT. Perayaan ini mengingatkan akan hakikat penciptaan manusia yang cenderung pada kebaikan.
Sikap fitrah, menurutnya, adalah manifestasi dari kesalehan sosial yang dilandasi semangat ketauhidan atau lailahaillah. Ini mencakup kemanusiaan, kebersamaan, dan saling memaafkan antar sesama. Implementasi nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari menjadi esensi sejati dari Idul Fitri.
Advertisement
Ia mengajak seluruh umat Muslim untuk senantiasa melaksanakan perintah Allah dan menjauhi kemurkaan-Nya. Selain itu, menjaga kualitas iman kepada Allah SWT yang tertambat dalam batiniah sebagai umat Muhammad Rasulullah SAW juga menjadi pesan utama. Kebersamaan dalam Shalat Idul Fitri merupakan wujud persatuan umat.
Advertisement
Kemenangan dan Penguatan Silaturahmi
Asisten I Sekda Kota Mataram, Lalu Martawang, turut menyampaikan pandangannya mengenai Idul Fitri sebagai fase kemenangan. Kemenangan ini diraih setelah umat Muslim diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Lebaran menjadi puncak penantian yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam.
Idul Fitri juga menjadi kesempatan emas untuk membangun semangat kasih sayang yang positif bersama orang lain dan keluarga. Momen ini mendorong setiap individu untuk mempererat tali persaudaraan dan menciptakan lingkungan yang penuh kehangatan. Saling memaafkan menjadi kunci utama dalam merajut kembali hubungan yang mungkin sempat renggang.
Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Epicentrum Mall diakhiri dengan tradisi salam-salaman antara jemaah dengan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana, forkopimda, serta jajaran pejabat lingkup Pemerintah Kota Mataram. Tradisi ini menunjukkan keakraban dan rasa persatuan antara pemimpin dan rakyatnya.
Advertisement
Lalu Martawang menambahkan bahwa momen tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah dan masyarakat untuk mempererat silaturahmi. Selain itu, saling memaafkan dan memperkuat persaudaraan (ukhuah) menjadi tujuan utama dari perayaan Idul Fitri. Ini adalah fondasi penting untuk membangun harmoni sosial di Kota Mataram.
Sumber: AntaraNews