Ulah Remaja Perempuan di Bone, Nge-Prank Rumah Sakit Kejang-Kejang Ngaku Covid-19

Selasa, 12 Mei 2020 14:19 Reporter : Ronald
Ulah Remaja Perempuan di Bone, Nge-Prank Rumah Sakit Kejang-Kejang Ngaku Covid-19 Rapid test Covid-19 di terowongan Kendal. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Remaja perempuan bernama Anita diamankan jajaran Polres Bone. Pasalnya, wanita tersebut diamankan usai membuat gaduh dan juga kebohongan dengan berpura-pura atau 'nge-prank' kejang-kejang terkena Virus Corona atau Covid-19.

Kasat Reskrim Polres Bone AKP Iptuh Pahrun mengatakan, remaja tersebut diketahui berbohong usai dibawa ke rumah sakit. Kejadian itu di mana awalnya Anita bersama tiga teman-teman sedang pesta minuman keras (miras).

"Berawal dari mereka pesta miras, minum berempat. Setelah minum, si Anita masuk ke kamar, istirahat. Setelah jam 2 jam 3, dia ngigo. Mereka bertiga (temen Anita) masuk, ternyata dia kejang-kejang, merasa sesak napas," katanya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (12/5).

Saat itulah temannya panik dan membawa Anita ke Puskesmas.

"Sampai di Puskesmas dulu, ciri-cirinya dibilang lagi sesak napas. Puskesmas bilang 'jangan di sini, karena tidak ada alat bantu pernapasan, lagi kosong. Bawa ke rumah sakit aja'," ujarnya.

"(Lalu) Di rumah sakit dibawa, ditindak, dia sadar. Kemudian dia mengatakan kepada temannya yang namanya Eka suruh periksa Corona, karena kakek saya pernah datang dari Jayapura, kakeknya dia kena Corona. Kalau begitu disampaikan ke suster kalau kena Corona dari kakeknya. Suster bilang 'kalau begitu jangan di sini, segera bawa ke rumah sakit (lainnya)," sambungnya.

Akhirnya, katanya, Anita dibawa oleh temannya di rumah sakit yang menangani pasien Corona. Saat di IGD, lanjutnya, Anita mengaku kalau dirinya sesak napas dan seperti pasien yang mengidap Corona.

"Ramai-lah di rumah sakit itu, kalau ini pasien Corona, bawa ke tempat pelayanan Corona. Suster pakai APD untuk menolong dia. Pada saat ditolong, dilihat gelagatnya, katanya pingsan. Ternyata kalau dilihat sama suster, dia tutup matanya. Kalau suster membelakangi, dia buka mata. Suster pada gaduh," katanya.

"Begitu dicek ada bau alkohol. Teman-temannya diusir, karena protokoler penanganan Covid. Setelah dicek suhu, bagus. Nggak sesak napas. Sepertinya dia main-main itu, Katanya pingsan, padahal ada sadar. Akhirnya dibawa keluar," tegasnya.

Akhirnya mereka pun pergi dari rumah sakit tersebut, namun saat itu terdengar Anita menyampaikan kalau dirinya tengah 'nge-prank'.

"Akhirnya didengar oleh suster, ternyata dia ke sini kerjain kita. Akhirnya mereka melapor, kami dalami. Ternyata memang yang punya maksud si Anita, yang tiga lainnya ikut jadi korban prank, mereka niatnya menolong karena sakit. Anita kita amankan, yang tiga sebagai saksi," tutupnya.

Atas kejadian itu, Anita dijerat Pasal tentang berita bohong yang membuat kegaduhan pada Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman penjara di atas lima tahun. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini