Tuntut Ganti Rugi, Puluhan Santri Blokir Proyek Jalan Tol Serpong-Cinere
Merdeka.com - Puluhan santri dan ustaz tahfiz Alquran Yayasan Pendidikan As Shidiqiyah, memblokir lahan proyek Tol Serpong-Cinere Rabu (23/1). Pemblokiran lahan proyek tol ini dilakukan karena lahan milik sekolah itu belum juga diberikan ganti rugi.
"Kami hari ini memblokir jalan di proyek Tol Serpong-Cinere, karena lahan tanah wakaf sekolah dan jalan menuju sekolah kami belum juga di-ruislag (tukar guling), maka jalan ini kami normalisasi terlebih dulu sampai ada penggantian," terang kepala Yayasan Ashshiddiqiyyah, Subhannallah.
Diungkapkan Subhanallah, pihak yayasan sudah menunggu selama tiga tahun agar tanah wakaf segera diganti, tetapi sampai saat ini prosesnya berlarut-larut dan seperti tidak serius.
"Ini tanah wakaf, berdasarkan peraturan harus segera di-ruislag, maka laksanakanlah ruislagh secepatnya. Ini berkaitan dengan kelangsungan kegiatan belajar mengajar kami," kata dia.
Menurutnya, tanah pengganti lahan yang terdampak proyek tol Serpong-Cinere itu sudah ada sejak enam bulan lalu.
"Tanahnya sudah ada, sudah disepakati dan ada surat perintah pembayaran tapi sampai sekarang belum juga dibayar," ucap Subhanallah.
Saat ini sekolah berbasis tahfiz Alquran itu sudah diizinkan menggunakan tanah di wilayah Serua Ciputat, untuk membangun gedung sekolah yang baru.
"Alhamdulillah kalau bangunan gedung yang lama di wilayah Bambu Apus sudah dibayar, kalau tanah wakaf yang digunakan untuk mendirikan bangunan belum diganti, maka dari itu jalan ini kita normalisasi," ucap dia.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya