Tren Baru Mudik dengan Motor Niaga, Biaya Irit dan Nyaman Bawa Keluarga
Merdeka.com - Mudik ke kampung halaman menjadi ritual warga Indonesia menyambut Lebaran. Masyarakat golongan bawah hingga kaum berada beramai-ramai pulang ke kampung halaman bersilaturahmi dengan sanak saudara saat Lebaran.
Para pemudik melakukan berbagai cara agar bisa pulang ke kampung. Bahkan bagi yang menggunakan transportasi seperti kapal, bus, kereta dan pesawat, tiket perjalanan sudah dipesan dari jauh hari. Di luar itu, pemudik bermotor juga tak mau kalah. Meski imbauan dilarang mudik menggunakan roda dua terus disampaikan, nyatanya masih banyak warga khususnya di sekitar pulang Jawa, mudik dengan motor.
Seperti cerita Ahmad Gojin (45). Dia memilih menggunakan motor menuju Purwokerto. Tapi motornya bukan roda dua, melainkan roda tiga atau dikenal dengan nama motor niaga.
Belakangan, motor niaga digemarin pada pedagang untuk mengangkut barang jualannya. Itu pula yang menjadi alasan Gojin, kapasitas bak pada motor niaga bisa dijadikan tempat duduk sanak keluarga.

"Selain irit juga bisa membawa barang dan keluarga lebih banyak, " kata Gojin, saat beristirahat di SPBU Balonggandu, Jatisari, Karawang, Kamis (30/5).
Kali ini, Gojin membawa istri, tiga anak dan satu saudara perempuannya. Selain penumpang, dia juga membawa barang-barang kebutuhan rumah tangga di dalam bak motor tersebut.
"Jumlah penumpang ada 5 orang dan anak anak bisa tiduran selama perjalanan mudik," tambah Gojin.
Walaupun kecepatan motor niaga lebih lambat dari sepeda motor roda dua, Gojin mengaku lebih nyaman membawanya karena sanak keluarga bisa beristirahat.
"Kecepatan tidak bisa seperti motor, kendaraan niaga seperti ini hanya 50 km perjam, apalagi kalau macet pasti lambat. Tapi ya itu tadi, bedanya anak - anak bisa tidur saat perjalanan," jelas Gojin.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya