Tragis! Wanita Penjaga BRILink di Luwu Ditemukan Tewas, Brankas Dibawa Kabur

Agen BRILink tersebut ditemukan tergeletak dengan luka parah di kepala dan bersimbah darah. Kejadian ini sangat mengkhawatirkan.

Fauzan
Oleh Fauzan - Reporter
Tragis! Wanita Penjaga BRILink di Luwu Ditemukan Tewas, Brankas Dibawa Kabur
Wanita Penjaga Agen BRILink Tewas Diduga Dirampok (Fauzan/Liputan6.com) (© 2026 Liputan6.com)

Ririn (31), seorang penjaga agen BRILink, ditemukan meninggal dunia di tempat kerjanya di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, setelah diduga menjadi korban perampokan yang disertai penganiayaan brutal. Peristiwa tragis itu menggegerkan warga sekitar, sementara aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memburu pelaku yang diduga melarikan diri usai membawa sejumlah uang dari lokasi kejadian.

Korban ditemukan dalam keadaan berlumuran darah dengan luka serius di kepala. Insiden ini terjadi di Desa Lelong, Kecamatan Walenrang, pada Rabu (18/2) sekitar pukul 14.00 Wita. Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang saksi bernama Reisa (18), seorang mahasiswa yang tinggal tidak jauh dari lokasi agen BRILink tersebut.

Reisa menjelaskan bahwa saat kejadian, ia berada di dalam rumah yang juga berfungsi sebagai warung. Sekitar pukul 14.00 Wita, ia mendengar suara teriakan kesakitan yang berasal dari kios tempat Ririn bekerja.

"Saya dengar seperti orang berteriak kesakitan dari arah kios. Waktu saya keluar, saya melihat seorang laki-laki tidak dikenal keluar dari pintu belakang kios sambil membawa sesuatu," ungkap Reisa.

Saksi tersebut juga menambahkan bahwa pelaku tampak terburu-buru dan segera melarikan diri menggunakan sepeda motor, serta sempat terlihat membawa sebuah brankas dan palu.

"Pelaku buru-buru pergi naik motor. Dia pakai jaket atau sweter warna biru pudar dan celana pendek," tambah Reisa.

Setelah pelaku melarikan diri, saksi masuk ke dalam kios dan menemukan korban tergeletak tengkurap dengan tubuh berlumuran darah. Dalam keadaan panik, saksi berteriak meminta bantuan dari warga sekitar dan segera melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Walenrang, Ipda Irfan Natsir, mengonfirmasi bahwa telah terjadi perampokan yang mengakibatkan penjaga agen BRILink tersebut meninggal dunia. "Benar, korban penjaga agen BRILink meninggal dunia akibat penganiayaan saat perampokan. Pelaku masih dalam penyelidikan," ujar Irfan. Ia juga menjelaskan bahwa personel Polsek Walenrang bersama jajaran Polres Luwu telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kios agen BRILink tersebut kini telah diberi garis polisi.

"Tim Polsek Walenrang dan Polres Luwu sudah melakukan olah TKP. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Sawerigading untuk dilakukan autopsi," jelasnya. Penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap siapa pelaku di balik kejadian tragis ini. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan memberi informasi kepada pihak berwenang jika mengetahui hal-hal yang mencurigakan.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan mengalami luka robek di bagian kepala sebelah kanan dan juga mengalami luka di bawah telinga kiri. Polisi menduga bahwa luka-luka tersebut diakibatkan oleh pukulan yang menggunakan benda tumpul.

"Sementara ini diduga korban dianiaya menggunakan benda tumpul. Kami masih mendalami kasus ini dan memburu pelaku," ungkap Irfan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap identitas pelaku serta menelusuri barang bukti yang mungkin dibawa kabur dari lokasi kejadian.

"Kami masih selidiki," kata Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu saat dikonfirmasi secara terpisah.

Rekomendasi