Tragis, jenazah wanita ini dievakuasi dari balkon dengan tandu dan tali
Merdeka.com - Proses evakuasi jenazah tak lazim dilakukan tim Rescue Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan kota Administrasi Jakarta Selatan, Selasa (14/8). Evakuasi dilakukan pada jasad di perumahan Grand Puri Laras G57 Legoso, Ciputat Tangerang Selatan.
Tim rescue bergerak mengevakuasi setelah mendapat laporan pihak keluarga, yang tak mampu mengevakuasi jasad Fransicus Mulana (34).
"Saat itu kami mendapat laporan salah seorang keluarga korban meminta bantuan kami untuk memindahkan jasad keluarganya yang meninggal di lantai dua rumah," kata Rully, saat dikonfirmasi, Selasa (14/8) malam.

Saat itu, pihak keluarga almarhum mengatakan, kalau pihak keluarga tak sanggup untuk mengevakuasi jasad keluarganya dari lantai dua melalui anak tangga rumah yang sempit.
"Karena anak tangganya sempit dan pihak ambulans dari rumah sakit juga tidak sanggup karena berat badan korban yang hampir mencapai 110 kilogram. Jadi mereka tak sanggup membawa jasadnya ke lantai bawah rumah," terangnya.
Setelah mendatangi TKP, tim kemudian mengambil langkah dengan cara mengevakuasi jasad almarhum dari balkon lantai dua rumah. "Kita pakai teknik menurunkan korban memakai tandu basket dengan jalur tali seperti flaying fox," ucap Rully.
Evakuasi jasad korban yang meninggal dunia karena sakit itu kemudian berhasil dievakuasi setelah satu jam proses penurunan jenazah dari balkon rumah. "Setelah satu jam, akhirnya korban bisa kami turunkan. Evakuasi ini memang sangat dramatis, karena kami harus bener-benar jasad ini dalam posisi aman saat diturunkan dengan tandu dan tali yang tertahan dengan tangga besi. Mengingat jasad tersebut memiliki bobot besar," katanya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya