UD, seorang ibu yang diduga membunuh bayinya yang berusia 6 bulan. Tragisnya, bayi tak berdosa itu dibaccok dua kali oleh pelaku. Tersangka mengaku tindakannya itu dilakukan secara impulsif.
"Tersangka sudah bisa dimintai keterangan setelah sebelumnya menjalani perawatan di rumah sakit. Ia mengakui perbuatannya dan melakukan kekerasan terhadap anaknya secara spontan hingga menyebabkan korban meninggal dunia," ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik, Jumat (17/1).
UD diduga tega melakukan pembunuhan itu karena dipicu masalah dalam rumah tangga. Sang suami belakangan jarang di rumah bahkan kabar yang dia dengar akan menikah lagi. Ditambah, ada tekanan ekonomi.
"Tersangka mengaku khilaf dan gelap mata. Ini juga mungkin berkaitan dengan masalah rumah tangga, karena suaminya jarang pulang dan informasinya akan menikah lagi. Ditambah faktor ekonomi yang cukup berat," jelasnya.
Saat ini, UD sudah lebih tenang dan bisa diajak komunikasi setelah menjalani perawatan medis. Namun ia masih harus tetap dirawat di rumah sakit untuk proses pemulihan.
"Kondisinya masih lemah, tetapi petugas tetap berjaga untuk memastikan keamanan," katanya.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Advertisement
Coba Bunuh Diri usai Habisi Nyawa Bayinya
Setelah melakukan tindakan nekat tersebut, UD berusaha untuk mengakhiri hidupnya dengan cara menyayat pergelangan tangan kiri dan menenggak obat serangga.
Sebelumnya ibu di Kabupaten Lampung Timur tega menghabisi nyawa anaknya sendiri. Warga Dusun 3, Desa Way Areng, Kecamatan Mataram Baru, diduga mengalami gangguan mental akibat tekanan dari masalah rumah tangga yang dihadapinya. Korban adalah bayi laki-laki berusia enam bulan berinisial HS.
“Dari hasil pemeriksaan saksi, insiden ini diduga kuat terjadi karena pelaku mengalami depresi berat akibat masalah keluarga,” ujar Umi.