Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tradisi bagi bubur sop saat Ramadan di Masjid Raya Al Mashun Medan

Tradisi bagi bubur sop saat Ramadan di Masjid Raya Al Mashun Medan Tradisi bagi bubur sop selama Ramadan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Tradisi pembagian bubur sop pada Ramadan terus berlangsung di Masjid Raya Al Mashun, Medan. Seperti tahun lalu, lebih dari 900 porsi dibagikan gratis di bulan puasa ini.

"Pembagian bubur sop ini kegiatan rutin tiap tahun. Kita bagikan lebih dari 900 porsi setiap hari," kata Hamdan, juru masak bubur sup di Masjid Raya Al Mashun, Senin (29/5).

Bubur sop dibagikan gratis di Masjid Raya Al Mashun sejak 1960-an. Sebelumnya, sejak Ramadan tahun 1909 Masehi, menu yang dibagikan adalah bubur pedas, makanan khas bangsawan Melayu. Saat itu merupakan masa kejayaan Kesultanan Deli di bawah Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alam Syah.

Belakangan, bahan-bahan bubur pedas dinilai rumit karena sangat kaya rempah dan proses pembuatannya sulit, sehingga panitia akhirnya hanya membagikan bubur sop. Makanan ini berbahan dasar beras ditambah daging dan sayuran, berupa kentang, wortel, serta bumbu sup, seperti merica dan daun seledri.

Hamdan dan rekan-rekannya memasak bubur sop dalam kancah tembaga. Apinya dari kayu bakar sehingga aromanya menjadi khas. Proses memasak berlangsung sekitar 3 jam dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.

Sekitar pukul 16.00 WIB, bubur dibagikan gratis kepada warga sekitar dan jamaah yang ingin berbuka puasa bersama di Masjid Raya Al Mashun. Antrean mulai muncul sejak pukul 15.00 WIB. "Saya tiap tahun datang ke sini untuk mendapatkan bubur," sebut Tama, seorang warga.

Masyarakat Medan biasanya menyantap bubur sop maupun bubur pedas bersama menu anyang, yaitu berupa sayur pakis dan toge yang diolah sedemikian rupa dengan cabai, udang kering, kelapa kukur goreng dan asam jeruk. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP