TPA Putri Cempo Solo Terbakar, Ribuan Warga Karanganyar Terdampak Asap

Senin, 7 Oktober 2019 18:13 Reporter : Arie Sunaryo
TPA Putri Cempo Solo Terbakar, Ribuan Warga Karanganyar Terdampak Asap Kebakaran di TPA Putri Cempo Solo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - TPA (tempat pembuangan akhir) sampah Putri Cempo di Mojosongo, Jebres, Solo kembali terbakar. Kepulan asap yang ditimbulkan berdampak pada ribuan warga sekitar. Sekitar 2 ribu warga Desa Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar harus merasakan dampaknya.

Sekretaris Desa Plesungan, Yulianto menyebut tiga wilayah rukun warga (RW) yang paling terdampak adalah RW 5, 6 dan 9. Ketiganya berada di Dukuh Jengglong, Tunggulrejo, Sidorejo, Sulurejo atau Keterangan. Di tiga RW tersebut ada sekitar 800 KK yang terdampak.

"Di 3 RW itu ada sekitar 800 kepala keluarga, kalau dihitung ya sekitar 2 ribu jiwa," ujar Yulianto, Senin (7/10).

Kendati terdampak, asap tidak selalu datang setiap hari. Selain itu tingkat kepekatan asap juga tidak sama setiap harinya. Jika asap yang datang pekat dan mengganggu, warga berinisiatif untuk mengungsi ke lokasi yang aman.

"Asapnya kadang pekat kadang tidak. Warga terutama yang punya anak kecil mengungsi kalau asapnya pekat," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan dampak buruk, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, baik Dinas Kesehatan maupun Puskesmas. Pemerintah telah membagikan masker untuk masyarakat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Solo, Gatot Sutan to menyampaikan, selain titik api lama di blok barat, kini muncul lagi titik api di blok timur. Hingga saat ini pihaknya masih melakukan upaya pemadaman. Namun petugas di lapangan menemukan sejumlah kendala untuk memadamkan api, terutama di titik api baru.

"Kita menemui kendala, karena muncul lagi titik api di bagian timur. Itu tumpukan sampah-sampah baru, jadi banyak pemulung, sapi dan alat berat.

Kendati demikian pihaknya berjanji untuk terus melakukan pemadaman dan pendinginan. Selain itu, pihaknya juga dibantu Dinas Lingkungan Hidup yang menyiramkan air ke titik-titik api kecil.

"Kendalanya itu tidak kelihatan apinya, yang muncul hanya asap, padahal titik apinya belum tentu di bawah situ, cukup sulit mencari titik apinya," tutup Gatot. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran
  2. Surakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini