Tolak Remisi Pembunuh Wartawan, LBH Pers Sebut 8 Kasus Belum Tuntas

Jumat, 25 Januari 2019 16:42 Reporter : Nur Habibie
Tolak Remisi Pembunuh Wartawan, LBH Pers Sebut 8 Kasus Belum Tuntas Aksi Jurnalis Tuntut Jokowi Cabut Remisi Pembunuh Wartawan Radar Bali. ©2019 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Aliansi Jurnalis Indonesia bersama dengan sejumlah aliansi lainnya melakukan aksi damai di depan Istana Kepresidenan, Jakarta. Aksi damai yang dilakukan ini terkait Kepres 29/2018 atau pemberian remisi oleh Presiden Jokowi kepada I Nyoman Susrama pembunuh wartawan Radar Bali, Gde Bagus Narendra Prabangsa, pada Febuari 2009 lalu.

Direktur LBH Pers, Ade Wahyudi mengatakan, meski kasus pembunuhan terhadap Prabangsa dapat diusut secara tuntas. Tapi dalam catatannya masih ada delapan kasus pembunuhan yang masih belum dituntaskan oleh pemerintah pusat.

"Jadi kami menyesalkan soal keluarnya Kepres atau pemberian remisi terhadap pembunuh Prabangsa. Kenapa demikian, karena kasus Prabangsa adalah salah satu kasus yang diselesaikan sampai tuntas yang kita tahu bahwa saat ini masih terdapat sekitar 8 kasus pembunuhan lainnya yang masih mangkrak tak diselesaikan sampai tuntas," kata Ade di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (25/1).

Lalu, untuk aksi yang dilakukan pada saat ini yakni menuntut Presiden Joko Widodo agar segera mencabut remisi yang diberikan kepada I Nyoman Susrama.

"Pada intinya sebenarnya aksi kali ini dan serentak di beberapa kota, kita mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mencabut atau meremisi pemberian remisi terhadap pembunuh prabangsa. Karena kita tahu bahwa pembunuh Prabangsa adalah aktor intelektual dari pembunuh Prabangsa tersebut," tegasnya.

Meski aksi ini hanya sebatas bentuk soliditas terhadap Prabangsa. Tapi aksi ini juga dilakukan di beberapa kota lainnya, terutama di Jakarta dan Bali.

"Ini cuma aksi soliditas serentak di beberapa tempat. Ada Palembang, saya lupa tempatnya. Tapi ada sekitar lebih dari 5 kota serentak yang ada AJI Kota di daerahnya," pungkasnya.

Aksi yang dilakukan di depan Istana Kepresidenan ini diikuti oleh AJI Indonesia, AJI Jakarta, LBH Pers, YLBHI, LBH Jakarta dan Forum Pers Mahasiswa Jakarta (FPMJ).

Seperti diketahui, Kasus pembunuhan tersebut terjadi 9 tahun silam. Hal itu diawali dari emosi Susrama terhadap Prabangsa atas pemberitaan proyek pembangunan sekolah di Bali yang penuh indikasi korupsi.

Susrama kemudian meminta anak buahnya untuk menjemput Prabangsa dari rumah orangtuanya pada 11 Februari 2009.

Prabangsa dibawa ke halaman belakang rumah Susrama di Banjar Petak, Bebalang, Bangli. Susrama lantas memerintahkan anak buahnya untuk menghabisi nyawa wartawan Radar Bali itu.

Korban yang sekarat dibawa ke Pantai Goa Lawah, Dusun Blatung, Pesinggahan, Klungkung dan dibuanh ke laut.

Lima hari setelah kejadian, mayatnya ditemukan mengambang di kawasan Perairan Teluk Bungsil, Kabupaten Karangasem. Tahun 2010 akhirnya Susrama yang menjadi dalang pembunuhan itu pun divonis penjara seumur hidup. [bal]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini