Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tol Solo-Sragen kembali dibuka, pengguna wajib lakukan tapping

Tol Solo-Sragen kembali dibuka, pengguna wajib lakukan tapping Luhut tinjau proyek Tol Solo-Sragen. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Ruas tol Solo-Sragen sepanjang 35 kilometer hari ini, Selasa (26/6) pukul 6.00 WIB mulai dioperasionalkan dua arah. PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) selaku pengelola masih menggratiskan bagi para pengguna tol hingga diresmikan awal Juli mendatang.

Pembukaan secara simbolis dilakukan oleh Direktur Utama PT JSN, David Wijayatno, di gerbang tol Ngemplak, Boyolali. Turut hadir mendampingi Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Solo Bandoe Widiarto dan sejumlah pimpinan cabang perbankan di Solo raya.

"Kita bersama-sama melakukan re-tapping, ini bagian dari sosialisasi pengoperasian jalan dari Kartasura atau gerbang tol Colomadu sampai Sragen sepanjang 35 kilometer," ujar David.

David menjelaskan, PT JSN sudah menerima surat penetapan pengoperasian jalan tol Solo-Sragen. Dalam surat tertanggal 8 Juni itu disebutkan bahwa tol Solo-Sragen sudah sudah memenuhi syarat untuk dioperasikan. Namun untuk waktunya masih menunggu kepastian.

"Sesuai dengan keputusan Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), sosialisasi harus dilakukan minimal selama 7 hari sebelum diresmikan. Untuk sosialisasi tahap pertama sudah kita lakukan tanggal 8 sampai 25 Juni kemarin. Ini sosialisasi tahap kedua sampai nanti diresmikan," jelasnya.

Lebih lanjut David menerangkan untuk bisa melintasi tol baru tersebut, pengendara harus mempunyai uang elektronik atau kartu e-toll. Mulai hari ini, pengendara yang masuk atau keluar pintu tol Solo-Sragen harus melakukan transaksi tapping. Namun pengguna tol belum dikenakan tarif.

"Yang kita lakukan hari ini adalah sosialisasi transaksi tapping, tapi masih nol Rupiah, jadi belum dikenakan tarif. Jadi intinya pengemudi harus melakukan tapping dan mempunyai kartu elektronik," jelasnya.

Sesuai kesepakatan sebelumnya dengan Bank Indonesia ada 6 perbankan yang mengeluarkan kartu elektronik atau e-toll. Yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, BCA dan Bank Jateng. Pengguna tol diwajibkan melakukan tapping baik si gardu masuk maupun gardu keluar tol dengan kartu yang diterbitkan oleh salah satu bank tersebut.

"Kami berharap keenam perbankan ini bisa melakukan penjualan kartu untuk masyarakat yang belum mempunyai. Penjualan bisa dilakukan di gerbang tol ini sampai pukul 17.00. Setelah itu nanti kami bantu untuk jam berikutnya, selama 24 jam," katanya.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Solo Bandoe Widiarto menambahkan, Bank Indonesia dan perbankan di Solo berkomitmen untuk mendukung transaksi menggunakan non cash. Hari ini pihaknya juga menyiapkan 1.000 kartu e-toll untuk dijual ke pengguna jalan tol di gerbang Ngemplak dan Kartasura.

"Kami berkomitmen untuk mendukung pembayaran non tunai di jalan tol ini. Kami juga mempersiapkan infrastruktur pendukung untuk pengisian ulang atau top-up kartu e-toll dan mesin ATM di rest area. Perbankan akan mempersiapkan semua," tandasnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP