Tokoh Muda Muhammadiyah Kritik Pernyataan Din Syamsuddin Soal MK

Rabu, 3 Juli 2019 20:55 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Tokoh Muda Muhammadiyah Kritik Pernyataan Din Syamsuddin Soal MK Rapat pleno MUI. ©2017 Merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pernyataan mantan Ketum Muhammadiyah Din Syamsuddin terkait sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) menuai polemik di internal ormas Islam tersebut.

Dalam pernyataannya, Din menilai, ada pengabaian nilai moral dan menduga Hakim MK membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar, seperti membenarkan kecurangan, dan mengajak rakyat untuk memenuhi hak dan kewajibannya dalam memberikan koreksi moral.

Tokoh Muda Muhammadiyah yang juga Ketua Umum Rumah Indonesia Berkemajuan (RIB), Khoirul Muttaqin menyayangkan penyataan yang dikeluarkan oleh Din Syamsuddin tersebut.

"Sangat disayangkan jika Pak Din menyatakan ada ketidakjujuran dan ketidakadilan dalam proses pengadilan di MK. Ini jadi kesannya ingin mendelegitimasi putusan MK akhirnya," ungkap Khoirul kepada wartawan, Rabu (3/7).

Dia menyatakan, seorang tokoh nasional sekaliber Din Syamsuddin seharusnya membuat pernyataan yang menenangkan dan mencerahkan. "Bukan malah membuat pernyataan yang provokatif mendelegitimasi peran MK," katanya.

Menurut dia, pernyataan Din dapat merusak kredibilitas yang selama ini dikenal sebagai penganjur perdamaian dan persaudaraan sejati.

Menurut Khoirul pernyataan Din terhadap putusan MK sangat kontradiksi dengan pernyataannya pada tahun 2014 silam yang mengajak seluruh rakyat Indonesia menerima, mengindahkan dan menghormati apapun keputusan MK.

Saat itu Din bersikap taat asas berkonstitusi sebagai orientasi dalam hidup berbangsa dan bernegara. Din Syamsuddin mengatakan, MK adalah perisai sekaligus pengawal konstitusi. Keputusan Mahkamah Konstitusi bersifat final dan mengikat. Untuk itu semua pihak hendaknya menyikapi dengan legowo.

"Jejak digital di beberapa media mainstream tentang ucapan beliau pada 2014 silam masih ada, silakan dibaca," ungkap mantan Ketua DPP IMM tersebut.

"Kenapa hari ini malah bikin pernyataannya berbalik mempertanyakan prinsip keadilan dan kejujuran Mahkamah Konstitusi? Apalagi sampai dengan mengungkapkan ada cacat moral dan masalah kepemimpinan negara segala. Pernyataan ini sangat bertolak belakang dengan moral kenegarawanan beliau 5 tahun silam," tambahnya.

Khoirul mengajak bersama mengembangkan narasi besar dalam membangun bangsa. Saling bahu membahu memajukan Indonesia dengan mengurangi ungkapan yang bernada provokatif, pesimis dan skeptis terhadap Negara.

Apalagi itu diungkapkan dari seorang tokoh bangsa. Untuk itu, semua pihak hendaknya menahan diri dan saling introspeksi.

"Saya percaya bahwa Pak Din adalah seorang ulama dan negarawan yang cinta Indonesia, mari kita bersama memikirkan kemaslahatan bersama untuk Indonesia," ucapnya. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Muhammadiyah
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini