TNI tetapkan Laksma Bambang Udoyo tersangka kasus suap Bakamla

Jumat, 30 Desember 2016 16:20 Reporter : Adriana Megawati
TNI tetapkan Laksma Bambang Udoyo tersangka kasus suap Bakamla Konferensi Pers di Mabes TNI. ©2016 merdeka.com/adriana megawati

Merdeka.com - Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) menetapkan Direktur Data dan Informasi Bakamla, Laksamana Pertama TNI Bambang Udoyo tersangka kasus dugaan suap proyek pengadaan alat monitoring satelit badan Keamanan Kelautan (Bakamla) tahun anggaran 2016. Penetapan tersangka itu setelah Puspom TNI melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus yang menyeret empat orang menjadi tersangka itu.

"Laksamana Pertama BU resmi ditetapkan menjadi tersangka, dia ditetapkan tersangka terkait kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan) KPK 14 Desember di Bakamla," kata Komandan Pusat Polisi Militer TNI (Danpuspom) Mayjen TNI Dodik Wijarnarko kepada awak media di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (30/12).

Menurut dia, penetapan tersebut dilakukan usai pihak polisi militer TNI memeriksa beberapa saksi dari pihak sipil dan pihak TNI. "Dari keterangan saksi dan barang bukti penyelidikan. Sekarang status penyelidian ditingkatkan menjadi penyidikan," ucap Dodik.

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) menangkap empat orang dan uang setara dua miliar dalam operasi tangkap tangan melibatkan pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla). Uang tersebut terkait suap dalam proyek pengadaan alat monitoring satelit di Bakamla dalam APBN-P 2016.

Tiga dari empat tersangka tersebut merupakan pegawai swasta yang bekerja di PT Melati Technofo Indonesia (MTI), Hardy Stefanus dan M Adami Okta, serta Direktur PT MTI, Fahmi Dharmawansyah. Deputi Informasi, Hukum, dan Kerjasama Bakamla, Edi Susilo Hadi, juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Dalam pengusutan kasus ini, penyidik KPK berkolaborasi dengan POM TNI untuk menyelidiki dugaan keterlibatan oknum perwira TNI, dalam dugaan suap proyek pengadaan di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Kolaborasi antara KPK dan Pom TNI itu tampak dalam pemeriksaan Fahmi Darmawansyah, bos PT Melati Technofo Indonesia (MTI) yang kini telah berstatus tersangka.

"Ada tiga penyidik (dari Pom TNI ikut periksa)," kata Fahmi usai diperiksa di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung sekitar lima jam itu, istri artis Inneke koesherawati ini dicecar sejumlah pertanyaan. Di antaranya terkait Direktur Data dan Informasi Bakamla, Laksamana Pertama TNI Bambang Udoyo.

Fahmi mengaku, tidak mengenal sosok Bambang yang menjabat sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek pengadaan satelit monitor di Bakamla. "Ya (sempat ditanya soal Bambang Udoyo). Saya enggak kenal," ucap Fahmi. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Suap Bakamla
  2. Jakarta
  3. Bakamla RI
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini