Timor Leste Lockdown, Tolak Masuk Turis dari 147 Negara Termasuk Indonesia
Merdeka.com - Pemerintah Republik Democratic Timor Leste resmi melakukan lockdown untuk mengantisipasi negara itu terpapar Virus Corona. Turis dari 147 negara dilarang masuk ke Timor Leste termasuk Indonesia mulai hari ini, Kamis (19/3).
Consul RDTL Kupang, Jesuino Dos Reis M Carvalho membenarkan lockdown yang dikeluarkan oleh Pemerintah Timor Leste, atas hasil keputusan Dewan Menteri di Dili.
Menurut Jesuino Dos Reis M Carvalho, pemerintah Timor Leste tadi pagi telah melakukan lockdown, tanpa berkoordinasi dengan 147 negara termasuk Indonesia, karena makin tingginya wabah Virus Corona yang melanda dunia.
"Saya juga pertanyakan kenapa tidak koordinasi dengan Indonesia, tadi pagi langsung tutup tapi setelah itu pemerintah Timor Leste melakukan, karena untuk mengantisipasi masuknya virus Corona, karena virus ini sangat berbahaya. Jadi langsung mereka ambil keputusan untuk tutup sementara," katanya.
Ia menjelaskan, lockdown bagi 147 negara termasuk Indonesia hanya diberlakukan untuk turis. Tidak bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang mempunyai visa tinggal dan visa bekerja, tidak dilarang masuk Timor Leste.
"Lockdown hanya berlaku untuk turis, kalo untuk Warga Negara Indonesia yang tinggal di Timor Leste, yang ada aktivitasnya di Timor Leste, dapat izin tinggal, dapat visa kerja itu tidak dilarang. Artinya yang kegiatan-kegiatan tidak penting tidak perlu masuk ke Timor Leste," jelasnya.
Selain mempunyai visa tinggal dan bekerja, Jesuino Dos Reis M Carvalho menambahkan, pelintasan barang tetap diizinkan untuk masuk ke Timor Leste termasuk melalui pintu batas Indonesia.
"Kita akan melihat dalam satu bulan ke depan, jika keadaan kembali normal atau virusnya di dunia sudah tidak ada, maka status Lockdown akan dicabut kembali oleh pemerintah Timor Leste," ungkapnya.
Masih menurut Jesuino, pihaknya tidak berkoordinasi dengan 147 negara termasuk Indonesia terkait lockdown tersebut, lantaran keputusan yang dikeluarkan Dewan Menteri Timor Leste mendadak.
"Saya rasa tidak, kemarin keputusannya keluar mendadak dan langsung meminta menutup, begitu saya konfirmasi dari Kupang bahwa sudah ditutup, karena ada hasil keputusan Dewan Menteri. Itu hasil rapat Dewan Menteri dan itu hasil rapat Dewan Menteri," tutupnya.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya