Tiga Kali Mencoba Bunuh Diri, Korban Kerusuhan Mei 98 Ini Ingin Curhat ke Jokowi

Senin, 13 Mei 2019 23:39 Reporter : Hari Ariyanti
Tiga Kali Mencoba Bunuh Diri, Korban Kerusuhan Mei 98 Ini Ingin Curhat ke Jokowi Iwan Firman. ©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Tangan kanannya tak lagi berbentuk sempurna. Bekas luka bakar 21 tahun silam masih jelas di sekujur tubuhnya, khususnya tangan kanannya yang membuat jari-jarinya hilang. Terlepas dari kekurangan fisiknya, Iwan Firman masih tetap bersemangat mengikuti aksi tabur bunga bersama para keluarga korban kerusuhan Mei 1998, dampak dari tuntutan mahasiswa yang meminta Soeharto mundur sebagai presiden setelah 32 tahun berkuasa.

Iwan (60) juga merupakan salah satu korban kerusuhan. Saat kerusuhan berlangsung, dia tengah berada di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Saat itu dia didatangi orang tak dikenal yang dia masih ingat ciri-cirinya. Dia kemudian dipukul dan dibakar hidup-hidup setelah disiram bensin yang ditumpahkan dari motor Yamaha King-nya. Kendati mengalami luka bakar cukup parah, dia selamat.

Setelah kejadian itu, Iwan menceritakan dia kembali didera cobaan. Dia berpisah dengan istrinya. Dia pun tak lagi memiliki pekerjaan. Setelah sembuh, dia tiga kali melakukan percobaan bunuh diri di rel kereta api namun selalu berhasil digagalkan.

"Ini kan sudah berjalan 21 tahun. Sampai detik ini pemerintah seharusnya memperhatikan korban, salah satunya aku. Aku ini kan saksi hidup, bukan mengada-ada, bukan rekayasa. Kehidupanku jadi blangsak (berantakan) sekarang," jelasnya.

Sebelum kerusuhan terjadi, Iwan bekerja di sebuah toko di kawasan Glodok milik kakaknya. Namun sejak peristiwa nahas itu, dia tak lagi bisa beraktivitas.

"Tadinya aku sudah frustrasi. Sudah tidur di rel kereta api tiga kali. Maksudnya mau cari jalan pintas. Sudah buntu pikiranku," ujarnya.

Iwan berharap pemerintah bisa segera menuntaskan kasus pelanggaran HAM yang terjadi pada 1998. Dia pun menyatakan keinginannya untuk bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Berhubung enggak ada yang dampingi, bagaimana kita mau ketemu sama beliau?" kata dia.

Jika berkesempatan bertemu presiden, dia ingin menceritakan peristiwa kelam yang menimpanya 21 tahun lalu. Dia ingin membeberkan kepada Jokowi pelaku yang membakarnya hidup-hidup. Dia menyebut pelakunya memiliki ciri-ciri badan tinggi besar dan rambut cepak.

Dia mengisahkan kronologi peristiwa pilu yang menderanya. Saat itu dia ditugaskan kakaknya, pemilik toko di Glodok mengantar barang dan menagih bayaran ke kawasan Senen. Tiba-tiba dia melihat sekelompok orang memasuki kawasan pertokoan di Senen di sekitar Jalan Letjend Suprapto.

Saat itu dia yang sedang membawa motor diberhentikan dan dihadang sekitar 20 orang. Dia diminta membuka helm dan langsung dikeroyok.

"Bensin motorku penuh dan dimandiin tuh satu tangki. Terus dibakar kan aku ini," kisahnya mengenang kejadian pada pukul 16.00 tanggal 14 Mei 1998 itu.

"Tepatnya di depan STM Poncol," sebutnya.

Iwan juga menceritakan banyak kawannya yang menjadi korban saat itu. Bahkan ada juga anak perempuan dari kawannya yang diperkosa kemudian dibunuh. Bahkan sampai saat ini salah satu jenazah kawannya tak diketahui di mana. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini