Tiga hari pencarian korban longsor lereng Lawu masih nihil
Merdeka.com - Tiga hari pencarian korban longsor di Tegalsari RT 01 RW 15 Kecamatan Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, belum membuahkan hasil. Ratusan relawan dari Basarnas, BPBD, ormas dan warga dengan bantuan alat berat belum bisa menemukan dua korban yang tertimbun tanah. Yakni Darmo atau Daliyem warga Dukuh Tegalsari, Desa atau Kecamatan dan Gito Gimin warga Sintru Kembang RT 03 RW 03, Desa Doplang.
Koordiantor Basarnas Pos SAR Surakarta. Amin Yahya mengatakan, luasnya area longsor yang mencapai satu setengah hektar lebih menjadi kendala dalam proses pencarian tim SAR gabungan. Selain itu, faktor cuaca atau hujan juga sering turun juga membuat lokasi longsor menjadi sangat lembek.
"Alat berat yang diperbantukan tidak mampu mencapai lokasi karena lembeknya material tanah. Pergerakan escavator, terhambat dan satu anjing pelacak juga belum mampu melacak keberadaan tubuh korban," ujar Amin saat dihubungi merdeka.com, Kamis (1/12).
Amin menambahkan, tim sar juga sempat melakukan pencarian di sungai sejauh 3 kilometer. Namun juga tidak membuahkan hasil.
"Hari ini pencarian kita hentikan pukul 16.00 WIB, karena hujan mulai turun. Besok akan kita lanjutkan lagi. Bapak wakil bupati akan kesini, dan akan kita lakukan evaluasi. Apakah pencarian perlu kita lanjutkan atau tidak," pungkas Amin.
Longsor di Tegalsari Selasa (29/11) lalu disebabkan kondisi tanah perbukitan yang labil setelah diterpa hujan terus menerus. Longsor tersebut menimpa para petani yang sedang memanen hasil tanaman dibawahnya. Seorang korban meninggal atas nama Sutoyo (75) yang berhasil dievakuasi oleh warga, 5 petani berhasil menyelamatkan diri dan 2 lainnya hingga kini masih dilakukan pencarian.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya