Tiga bulan tak turun hujan, desa di Kalimantan Timur kekeringan
Merdeka.com - Permukiman warga transmigrasi, di Desa Muara Adang 2, Long Kali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, mengalami kekeringan. Tiga bulan terakhir ini desa itu tidak diguyur hujan, akibat musim kemarau. Warga pun kesulitan air bersih.
Tercatat, ada sekitar 80 kepala keluarga (KK) sangat memerlukan bantuan air bersih. Mereka meminta bantuan Pemkab Paser melalui BPBD Paser, untuk distribusi air bersih.
"Kami mulai distribusikan air bersih dari Sabtu (18/8) kemarin. Sampai hari ini, masih berlanjut," kata Petugas Pusdalops BPBD kabupaten Paser, Putu Budhi, dikonfirmasi merdeka.com, Minggu (19/8).
Dijelaskan, dalam permintaan bantuan, 80 KK itu meminta 1.200 liter air tiap KK. Selain itu juga, 10 tandon berkapasitas yang sama 1.200 liter untuk penyedian air bersih pada fasilitas umum.
"Mulai kemarin, kita distribusikan 2 tanki kapasitas tanki masing-masing 6.000 liter air bersih. Mungkin 80 KK itu, yang punya tandon saja. Bisa lebih dari itu yang memerlukan air bersih," ujar Budhi.
Diterangkan, dari kepala desa setempat, hujan memang tidak mengguyur cukup lama sejak Juni 2018 lalu. "Ada hujan, tapi cuma sebentar, tidak lama. Hujan lewat saja. Warga yang selama ini mengandalkan air hujan dan menampungnya, tidak bisa menampung," terang Budhi.
Desa Muara Adang 2 sendiri, dominasi dihuni warga peserta program Transmigrasi dari Pulau Jawa, dan kesehariannya bekerja sebagai petani. "Air di fasilitas umum saja, benar-benar kosong. Mereka harus tempuh jalan 40 kilometer, kalau mau ambil air bersih di kecamatan," ungkap Budhi.
"Desa ini cukup jauh masuk ke dalam. Kalau dari kantor BPBD di Tanah Grogot (ibukota kabupaten Paser), perlu sekitar 2,5 jam ke lokasi desa ini. Di desa ini juga, belum ada fasilitas air bersih dari PDAM," demikian Budhi.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya