Tiba di Bandara Kualanamu, 6 Nelayan Batubara Disambut Tangis Keluarga
Merdeka.com - Enam nelayan Batubara Sumut yang hampir 2 bulan ditahan di Malaysia akhirnya dipulangkan. Mereka disambut tangis sukacita keluarga saat tiba di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Selasa (12/3).
Keenam nelayan yang dipulangkan yakni: Rahimmuddin, Ridwan, Misri, Zulkifli, Badri dan M Edi, seluruhnya warga Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Batubara.
Kedatangan para nelayan itu disambut keluarganya dengan suka cita. Nelayan dan keluarganya menangis saat pertemuan itu.
Pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan turut menyambut kepulangan nelayan. Hadir pula perwakilan Pemkab Batubara serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumut.

Para nelayan ini ditahan otoritas Malaysia karena diduga memasuki perairan negara itu. Mereka tidak tahu sudah melewati batas wilayah negara karena kapalnya dirompak di perairan Aceh.
"Ceritanya begini Pak, sebenarnya kami sudah dua malam melaut ke arah perairan Aceh. Tiba-tiba kapal kami didatangi orang memakai senjata dan mengambil duit saya. Setelah itu dia tengok GPS kami dan mengambilnya. Kemudian jangkar kapal kami dipotong dan kami disuruh pulang dan tidak dibolehkan mengambil ikan di sana," kata Zulkifli, salah seorang nelayan yang juga tekong kapal.
Para nelayan ini berupaya membawa kapalnya pulang. Mereka berlayar 2 hari 2 malam tanpa GPS. "Pada hari Kamis itu, tanggal berapa saya kurang tahu, kami berjumpa dengan kapal putih yang mengarah kepada kami. Saya panggil, saya bilang saya tak tahu arah balik, dia bilang ini sudah ke Malaysia, kami pun ditahan. Di sana kami diperlakukan dengan baik," sambung Zulkifli.
Dua bulan ditahan, Zulkifli dan 5 rekannya akhirnya dibebaskan dan dipulangkan.

"Kita membantu pemulangan. Kewenangan KKP hanya sebatas membantu pemulangan apabila nelayan melintas batas," kata Kepala Seksi Penanganan Awak Kapal KKP, Pratiwi Budiarti, yang turut menyambut kepulangan para nelayan.
Seperti diberitakan, keenam nelayan asal Batubara itu sudah hampir 2 bulan ditahan di Malaysia. Mereka ditangkap pada Kamis (17/1), setelah kapal yang mereka tumpangi memasuki perairan Malaysia.
Sebelum ditangkap, keenamnya melaut ke arah perairan Aceh untuk mencari ikan. Mereka berangkat pada Senin (14/1). Namun mereka dirompak dan diduga tanpa sengaja memasuki perairan Malaysia.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya