Thengul, Tarian Asli Bojonegoro yang Nyaris Punah Kini Mendunia

Kamis, 22 Agustus 2019 22:15 Reporter : Dedi Rahmadi
Thengul, Tarian Asli Bojonegoro yang Nyaris Punah Kini Mendunia Tari Thengul. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Thengul, tarian dengan ciri khas gerakan patah-patah dan hentakannya meramaikan Hari Kemerdekaan RI di Istana Negara. Sebanyak 250 penari gabungan dari pelajar SLTP, SLTA dan Mahasiswa yang ada di Bojonegoro menyapa hangat seluruh tamu undangan yang hadir di Istana baik dari dalam Negeri maupun Luar Negri.

Tari Thengul merupakan tarian tradisional yang terinspirasi dari Wayang Thengul asal Bojonegoro, Jawa Timur. Tarian ini biasanya dipentaskan oleh penari secara berkelompok dengan gerakan, ekspresi, dan kostum yang menyerupai Wayang Thengul.

Tari ini merupakan tarian kreasi yang diciptakan para seniman, juga sebagai wujud apresiasi dan upaya mengangkat kembali kesenian yang nyaris punah seiring dengan perkembangan zaman.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah mengatakan rasa bangga serta mengapresiasi atas proses dan upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah bersama masyarakat Bojonegoro.

"Menghidupkan kembali kesenian yang hampir tertimbun ini tidaklah mudah, apalagi untuk dijadikan sebagai icon atau identitas sebuah daerah. Dibutuhkan komitmen bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya dan kearifan lokal," ungkap Anna, Kamis (22/8).

"Semangat Bojonegoro yang produktif harus selaras dan sinergi dengan tujuan bersama NKRI, yaitu SDM Unggul Indonesia Maju. Semangat ini akan terus kami gencarkan untuk mempromosikan Bojonegoro ke penjuru dunia melalui kampanye Pinarak Bojonegoro," ujar dia.

Anna menuturkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kini tengah berupaya menggebrak dan menggencarkan kembali Thengul menjadi salah satu icon daerah. Upaya tersebut membuahkan hasil yang membanggakan bagi masyarakat Bojonegoro, karena Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menetapkan Thengul dan Kesenian Sandur sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

"Pemerintah bersama masyarakat Bojonegoro langsung tancap gas agar tercatat dalam rekor dunia Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemrakarsa dan penyelenggara pagelaran Tari Thengul dengan peserta terbanyak sejumlah 2.019 penari, yang terdiri dari pelajar sepenjuru Bojonegoro," jelas dia.

Tak tanggung-tanggung, kata dia, Thengul juga menyapa dunia melalui event Thengul International Folklore Festival (TIFF) 2019 bulan Juli lalu, dengan mendatangkan delegasi kesenian asing dari 4 negara, yaitu Polandia, Bulgaria, Mexico, dan Thailand. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini