Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tewaskan 4 penumpang, nakhoda speedboat tenggelam jadi tersangka

Tewaskan 4 penumpang, nakhoda speedboat tenggelam jadi tersangka Ilustrasi Kapal Tenggelam. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Nakhoda kapal cepat jenis Speedboat Geriga Express H Sayuti ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga ugal-ugalan mengendarai kapalnya saat mendahului gelombang Bono sehingga tenggelam di Perairan Sungai Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu.

"Ya benar, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung kita lakukan penahanan," ujar Kapolres Pelalawan AKBP Ari Wibowo saat dikonfirmasi merdeka.com Rabu (7/12) melalui selulernya.

Dijelaskan Ari, Sayuti sengaja mendahului gelombang Bono yang berada di depannya saat berlayar membawa puluhan penumpang. Ketika itu moncong speedboatnya langsung menukik ke air dan dihantam gelombang Bono yang muncul kembali dari belakangnya.

"Sejumlah penumpang sudah mengingatkan agar tersangka tidak mendahului gelombang itu. Tapi tersangka tetap nekat sehingga speedboat terjungkal ke depan kemudian dihantam gelombang lainnya dari belakang dan tenggelam," kata Ari.

Akibat perbuatan Sayuti, 4 orang penumpang tewas tenggelam, sedangkan puluhan lainnya berhasil diselamatkan nelayan yang kebetulan berada tak jauh dari perairan tersebut.

Jasad korban tenggelam yang terakhir ditemukan petugas dan nelayan, Nur ditemui mengapung 30 kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) Tanjung Bebayang.

Korban ditemukan di Desa Gambut Mutiara sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (2/12). Korban pertama kali ditemukan nelayan yang sedang menjaring ikan. "Nelayan langsung mengevakuasi," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Hadi Pinandio, di Pekanbaru.

Penemuan itu dilaporkan ke petugas. Setelah diperiksa, dipastikan jasad tersebut adalah penumpang speedboat yang hilang saat dihantam gelombang Bono, Rabu (30/11) lalu sekitar pukul 11.30 WIB.

"Dari kartu identitasnya jenazah bernama Nur," kata Hadi.

Untuk lebih memastikan, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Riau melakukan identifikasi jenazah korban. Tim turun langsung kampung halaman korban di Desa Pulau Muda, Pelalawan.

Korban tewas lainnya yakni Muhammad Syairozi (32), warga Tunas Karya, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut) dan Julianto (31), warga Sukajadi RT 02 / RW 01 Kecamatan Seberida, kabupaten Indragiri Hulu.

Saat ini, petugas masih mencari satu korban hilang, Abdul Fayat, yang masih berusia 11 bulan. Warga Dusun Sebekek Desa Pulau Muda, Teluk Meranti itu terlepas dari pegangan ibunya Hasanah dan hilang dibawa arus sungai.

Speedboat milik H Galah itu mengangkut 23 orang penumpang dengan Captain atau nakhoda Speedboat, H Sayuti, warga Tanjung Batu, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Sementara anak buah kapal Rifai (41) dan Dalek (31) yang juga merupakan warga Tanjung Batu.

Kapal berangkat dari Tanjung Batu sekitar pukul 07.00 WIB dengan rute menuju Dermaga Jembatan Sei Nilo, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten. Pelalawan.

Sementara korban selamat 20 orang, termasuk kapten dan anak buah kapal. 17 orang penumpang adalah ‎Sudirman, Toni Horman, Evi, Azmi, Haryono, Bernard Nainggolan, Usman, Karman, Jamri, Mangip Sinaga, Sarifin, Hasanah, Muhammad Fauzan, Rahman, Pendi, Safaruddin dan Rupika Sulastri.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP