Terumbu Karang & Mangrove Terancam Mati Akibat Tumpahan Minyak di Karawang

Jumat, 23 Agustus 2019 21:04 Reporter : Bram Salam
Terumbu Karang & Mangrove Terancam Mati Akibat Tumpahan Minyak di Karawang Tumpahan Minyak Pertamina di Perairan Karawang. ©2019 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Tumpahan minyak Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di perairan laut Karawang mengakibatkan ekosistem mangrove rusak dan mati. Diprediksi 77.713 mangrove dengan luasan area sekitar 140 hektare terdampak oli spill di pesisir pantai Karawang.

"Selain merugikan nelayan, tumpahan minyak juga membuat ekosistem mangrove sepanjang pesisir terdampak terancam rusak dan mati," kata Yudha Febrian Silitonga dari Koalisi Masyarakat Sipil Karawang, Jumat (23/8).

Dia mengungkapkan, tanama mangrove itu tersebar di 11 muara dan 12 desa. Sayangnya, masih ada tanaman mangrove yang baru ditanam atau ukurannya masih kecil.

"Ini terlihat mangrove sudah beberapa mati, apalagi yang baru ditanam," ujarnya.

Aktivis Karawang Explore, Hadid Suherman mengatakan, pihaknya melakukan penyelaman untuk mengecek terumbu karang Sendulang. Keadaan terumbu karang di Karawang masih aman untuk saat ini.

Akan tetapi, dia mengungkapkan, ancaman minyak mentah dari sumur blok YYA-1 milik Pertamina ONWJ itu bisa mengancam terumbu karang jika musim angin laut berubah arah.

"Saat ini angin laut masih mengarah ke wilayah barat, tetapi jika angin laut sudah mengarah ke wilayah timur, maka ancaman terhadap terumbu karang akan terjadi" jabarnya.

Kerusakan pada terumbu karang bisa merugikan Kabupaten Karawang. Selain sebagai objek wisata dan sejarah adanya bangkai kapal peninggalan VOC, terumbu karang di Karawang juga memiliki potensi penghasil oksigen yang tinggi bagi kehidupan.

"Pertamina harus menyelesaikan secepatnya tumpahan minyak mentah ini. Karena akan mengancam terumbu karang ketika angin laut berubah arahnya," katanya.

Data terumbu karang ada 234 hektare tersebar di delapan titik yakni Karang Kapalan seluas 48 hektare, Karang Bengkok 18 hektare, Karang Bandengan 27 hektare, Karang Grabad 25 hektare, Karang Sendulang 77 hektare, Karang Areng 18 hektare, Karang Meja 29 hektare, dan Pulo Pasir 32 hektare. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini