Terseret arus Pantai Watu Klotok, tiga orang tewas
Merdeka.com - Tiga orang meninggal di Pantai Watu Klotok, di Kabupaten Klungkung, Bali. Tiga korban tersebut terseret derasnya arus saat air pasang pada Senin (23/4) siang.
Upaya pencarian yang sejak Senin (23/4) dilakukan oleh Basarnas Bali, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar bersama potensi SAR lainnya akhirnya membuahkan hasil.
Ketut Gede Ardana, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, mengatakan bahwa laporan awal baru diterima dari seorang petugas PMI Klungkung yakni Gede Santosa, waktu kejadian sekitar pukul 10.30 WITA.
"Kami sudah mengerahkan 1 tim rescue melakukan penyisiran di sekitar lokasi dengan menggunakan 1 unit RIB, rubber boat dan juga ada SRU darat yang menyisiri bibir pantai," katanya, Selasa (24/4).
Menurut Ardana, kejadian tragis tersebut dari keterangan seorang saksi mata, bermula saat Ni Wayan Sutami (62) melakukan ritual penglukatan atau membersihkan diri bersama suaminya di Pantai Watu Klotok. Namun, tiba-tiba saja gelombang tinggi datang dan mereka terseret arus.
Kemudian, dua orang yang melihat kejadian tersebut langsung berusaha memberikan pertolongan. Namun, justru mereka ikut terseret arus dan menghilang. Diketahui identitas korban lainnya atas nama I Wayan Sobra dan I Wayan Budi Astrawan.
Operasi SAR kembali dilakukan pada Selasa (24/4). Sebanyak 15 personel Basarnas Bali dikerahkan untuk melaksanakan penyisiran di laut dan darat sepanjang bibir pantai. Di samping itu turut melibatkan potensi SAR dari BPBD, Sabhara Polda Bali, Polres, Koramil, Polair, Balawista, PMI, Rapi dan masyarakat setempat.
Pencarian dilakukan pada radius 7,6 NM di sekitar lokasi korban tenggelam, sementara itu penyisiran di bibir pantai ke arah barat dan timur.
"Operasi SAR hari kedua, selain menggerakkan RIB, juga diturunkan rubber boat, dan Alut dari potensi SAR," kata Ardana.
Akhirnya pada pukul 14.12 WITA tim SAR gabungan berhasil menemukan korban atas nama I Wayan Budi Astrawa di sekitar 400 meter arah tenggara dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia.
Kemudian, jenazahnya langsung dievakuasi dan dibawa menuju rumah duka menggunakan ambulance PMI. Tak lama berselang, korban kedua kembali ditemukan sekitar pukul 14.23 WITA yakni I Wayan Sobra (30). Tubuh yang sudah tak bernyawa ditemukan 800 meter arah tenggara dari lokasi kejadian, selanjutnya diantar ke rumah duka dengan ambulance BPBD.
Ketika pencarian korban ketiga masih berlangsung, diperoleh informasi bahwa ada penemuan mayat perempuan dengan masih mengenakan kamen di sekitar perairan pantai Matahari Terbit oleh nelayan setempat pada pukul 15.40 WITA.
Kemudian, tim RIB segera meluncur ke lokasi penemuan jenazah Ni Wayan Sutani, tepatnya di arah barat daya dari lokasi ia terseret arus dan menghilang.
"Korban terakhir yang telah dievakuasi tim SAR gabungan selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Sanglah dengan menggunakan ambulance BPBD Kota Denpasar."
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya