Terpapar Covid-19, Mantan Gubernur Sumsel Mahyudin Meninggal Dunia

Jumat, 9 April 2021 14:02 Reporter : Irwanto
Terpapar Covid-19, Mantan Gubernur Sumsel Mahyudin Meninggal Dunia Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com

Merdeka.com - Mantan Gubernur Sumatera Selatan Mahyudin meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Gubernur Sumsel ke-14 itu dimakamkan secara protokol kesehatan.

Wakil Direktur Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit Bunda Palembang Hibsah Ridwan mengungkapkan, almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang, Kamis (8/4) pukul 23.45 WIB. Sebelumnya, almarhum sempat menjalani perawatan di RS Bunda selama enam hari.

"Beliau meninggal tadi malam karena terpapar Covid-19," ungkap Hibsah, Jumat (9/4).

Lantaran Covid-19, almarhum dimakamkan secara prokes di TPU Kebun Bunga Palembang pukul 03.00 WIB dini hari tadi. "Ya, sudah dimakamkan dini hari tadi," ujarnya.

Hibsah menyebutkan, almarhum terpapar virus corona diduga berasal dari orang tanpa gejala. Sebab, beliau sering menerima tamu dan menggelar rapat dengan banyak orang.

"Walaupun kena stroke, almarhum tetap beraktivitas seperti biasa," kata dia.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengaku sangat kehilangan dengan sosok Mahyudin yang dikenal sebagai orang yang baik dan enak ketika mengobrol. Mahyudin juga sosok yang edukatif dan leadership baik soal pendidikan dan kesehatan.

"Beliau orang yang baik. Memang tampangnya serius, tapi kalau sudah ngobrol orangnya kocak sekali, tapi kocaknya yang mendidik. Setiap ngobrol bukan hanya pesan moral, tapi ajaran-ajaran beliau ajarkan. Seperti bagaimana leadership, tentang pendidikan, kesehatan, yang selalu beliau tanamkan," kata Deru.

Sebagai bentuk penghormatan, Pemprov Sumsel akan memfasilitasi untuk menggelar takziah selama tujuh hari. Deru mengaku hal itu tidak sebanding dengan penghargaan atas kepemimpinan Mahyudin sebagai Gubernur Sumsel pada 11 Juli-7 November 2008.

"Beliau mantan gubernur yang seharusnya pemakamannya pun dihendel Pemprov Sumsel dengan tata cara pemakaman seorang yang pernah menjabat gubernur. Tetapi ternyata karena alasan tertentu harus dimakamkan Subuh tadi. Maka saya menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga dan juga memang tidak ada permintaan untuk itu," pungkasnya. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini