Teroris yang ditembak mati di Sidoarjo tokoh nomor dua JAD Surabaya
Merdeka.com - Densus 88 antiteror menangkap lima teroris komplotan aksi bom bunuh diri di tiga gereja Surabaya. Satu dari lima teroris itu ditembak mati karena melakukan perlawanan saat ditangkap.
Mereka digerebek di sebuah rumah di Perum Puri Maharani Blok A4, Nomor 11, Desa Masangan Wetan, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Senin (14/5).
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjelaskan teroris yang ditembak mati merupakan Budi Satrio. Tito menyebut Budi Satrio merupakan tokoh nomor dua di Jamaah Anshorut Daulah (JAD) Surabaya. Maka, dengan kata lain, Budi Satrio memiliki posisi di bawah Dita Oepriarto yang disebut Kapolri sebagai pimpinan JAD Surabaya.
"Melakukan pengejaran kelima orang. Karena melakukan perlawanan satu ditembak mati. Budi Satrio. Tokoh penting nomor dua di JAD," kata Tito di Mapolda Jawa Timur, Senin (14/5).
Tito menjelaskan saat melakukan penggerebekan, Densus 88 menemukan bom yang sama dengan yang ditemukan di rusunawa Wonocolo, Sepanjang, Sidoarjo dan sisa bom di tiga gereja Surabaya.
"Semua orang ini ditemukan bom yang sama," kata Tito.
Sebelumnya, Ketua Rt13/Rw5 perumahan tempat penggerebekan tersebut, Supardi mengaku melihat petugas membawa barang bukti usai melakukan penggerebekan. Dia juga menyebut rumah itu merupakan milik Budi Satrio.
"Kami melihat petugas membawa barang bukti, namun kami tidak tahu apa yang dibawa petugas masuk ke ambulans itu. Kami tidak diperbolehkan masuk ke rumah warga itu, termasuk warga sekitar tidak boleh mendekat," ucapnya.
Usia penggerebekan itu petugas langsung memasang batas garis polisi di area tersebut. penggerebekan itu sekitar pukul 07.30 Wib. "Warga di sini juga mendengar ada tembakan," ungkapnya.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya