Terlibat narkoba, delapan prajurit Kodam Sriwijaya dipecat

Kamis, 8 Februari 2018 23:05 Reporter : Irwanto
Terlibat narkoba, delapan prajurit Kodam Sriwijaya dipecat Kodam Sriwijaya pecat 8 prajurit terlibat narkoba. ©2018 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Kodam II Sriwijaya memecat delapan anggota TNI karena terlibat narkoba. Pemecatan tersebut membuktikan prajurit tidak kebal hukum jika terlibat aksi kejahatan.

Kedelapan prajurit itu adalah Serma Subagio (anggota Kodim 044 Gatam), Serka Kiaman Jaya (anggota POMDAM II Sriwijaya), Serka Fahmi Abdurahman (anggota Kodim 0402 Gatam), Serda Wahyu Chandra Franata (anggota Yonif 141 Gapo), Kopda Ramilu Chan (anggota Kodim 0405 Gapo), Praka Riko Hidayat (anggota Bekangdam II Sriwijaya), Praka Dirja Rahmat (anggota Rindam II Sriwijaya), dan Praka Adam Mokodompit (anggota Yonif Raider 200 Kodam II Sriwijaya). Dari delapan anggota yang dipecat secara tidak hormat, hanya tiga prajurit yang hadir.

Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI AM Putranto mengungkapkan, delapan prajurit yang dipecat setelah divonis bersalah di persidangan. Semuanya dinyatakan melakukan pelanggaran berat karena kasus narkoba.

"Ada 19 prajurit yang disidang, baru delapan yang sudah inkrah. Hari ini delapan prajurit kita pecat tidak hormat," ungkap Putranto, Kamis (8/2).

Menurut dia, TNI tidak akan pandang bulu dalam menindak tegas prajurit yang terlibat kasus hukum, terlebih narkoba. Semua kegiatan prajurit di luar dinas bisa dikontrol sehingga cepat ketahuan.

"Tidak ada anggota TNI yang kebal hukum. Jika berbuat kejahatan pasti dipecat," tegasnya.

Dikatakannya, pemecatan tersebut mesti menjadi perhatian bagi prajurit. Sebab, prajurit bisa saja menjual senjata dinas atau rahasia negara demi membeli narkoba jika sudah ketagihan.

"Bertobatlah, jangan sampai dipecat juga. Jangan sampai jual senjata atau buka rahasia negara hanya karena narkoba," tuturnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. TNI Narkoba
  2. TNI
  3. Kasus Narkoba
  4. Palembang
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini