Tergusur proyek sekelas Disneyland, warga Cigombong tolak relokasi

Selasa, 15 September 2015 14:19 Reporter : Ilham Kusmayadi
Tergusur proyek sekelas Disneyland, warga Cigombong tolak relokasi Proyek sekelas Disneyland Hary Tanoe. ©2015 merdeka.com/nuryandi

Merdeka.com - Warga kampung Ciletuh Girang, Desa Wates Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor mendukung proyek pembangunan wisata terpadu dan terbesar Disneyland di kawasan Lido. Tetapi warga mewanti-wanti jika nanti terjadi penyerobotan tanah.

Terlebih hingga saat ini belum ada sosialisasi relokasi, baik dari aparat pemerintah setempat maupun pihak MNC selaku pengembang kawasan wisata di kampung yang sudah mereka tempati selama puluhan tahun.

Mimin (56) warga Kampung Ciletuh Girang, Desa Wates Jaya, Cigombong, Kabupaten Bogor mengatakan, dirinya dan warga mendukung rencana dijadikannya kawasan Lido sebagai tempat rekreasi, karena pihaknya sadar dampak positif dari pembangunan wisata.

"Yang kami tolak adalah jika rencana investor dan MNC Group melakukan penyerobotan terhadap lahan yang kami tempati sejak lama," kata Mimin, Selasa (15/9).

Warga sepakat tidak mau pindah karena memiliki bukti otentik kepemilikan tanah. "Kami sangat menolak adanya rencana pemindahan tersebut," ungkapnya saat ditemui di warung klontong di Kampung Ciletuh Girang.

"Kami tegaskan, hampir semua warga di sini memiliki surat tanah baik berupa sertifikat maupun girik. Kecuali lahan yang berada di depan kampung kami, itu baru masuk ke kawasan Lido," ungkapnya.

Mimin tidak membantah apabila di kawasan Lido ini dijadikan tempat rekreasi terbesar, bisa berdampak terhadap peningkatan perekonomian warga. Terlebih kabar yang di dengar warga, tempat rekreasi itu akan dibangun persis di sekitar perkampungan ini.

"Makanya, kami tidak mau pindah dari tempat sekarang. Ini nantinya sangat berpotensi untuk meningkatkan ekonomi kami dan warga lainnya," tegasnya.

Sementara itu, Camat Cigombong Basrowi membenarkan rencana MNC Group bakal membangun tempat rekreasi di wilayahnya, yang hingga saat ini baru tahap membebaskan lahan seluas 1989 hektare yang meliputi dua Desa, yakni Desa Srogol dan Wates Jaya.

"Untuk keseluruhan sih luasnya mencapai 2.000 hektar, tapi yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Bogor hanya 200 hektar, dan itu sebagian besar masuk Kecamatan Cigombong dan 81 hektar di antaranya masuk Kecamatan Caringin. Selebihnya masuk wilayah Kabupaten Sukabumi," ungkapnya.

Terkait dengan dokumen perizinan yang harus dilengkapi pihak swasta dalam membangun lokasi pusat wisata, pihaknya baru mengeluarkan izin lokasi dengan luas lahan 86 hektar saja.

"Izin lokasi keluar sudah dari tahun 2014. Dan perizinan lainnya kami belum mendapatkan laporan lagi dari pihak MNC," jelasnya. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini