Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Terduga teroris yang ditangkap di Solo tak pernah lapor ke RT/RW

Terduga teroris yang ditangkap di Solo tak pernah lapor ke RT/RW Ruko terduga teroris di Solo. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepolisian Republik Indonesia telah melakukan operasi penindakan serentak di beberapa wilayah Indonesia pada hari ini. Sembilan orang terduga teroris diamankan dalam operasi tersebut. Salah satunya adalah Hizbullah Al Hasbi yang ditangkap di Jembatan Mojo, Semanggi, Solo pada jam 11.00 WIB.

Tak banyak warga maupun tetangga yang mengenal sosok Habsi yang selama ini menempati sebuah ruko kontraknnya di Dukuh Oabrik RT 01 RW 01 Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Ruko Graha Safira tersebut juga tidak digunakan untuk berjualan, namun hanya untuk rumah tinggal bersama keluarganya.

"Kami dari pemerintah desa maupun dan RT tidak tahu sejak kapan dia tinggal di ruko itu. Tidak pernah ada laporan baik dari pemilik ruko yang menyewakan maupun pihak yang menyewa. Mereka tidak melaporkan ke ketua RT maupun Pemerintah Desa," ujar Kepala Desa Wirun, Erry Suseno Wibowo, usai mendampingi Densus 88 dalam penggeledahan, Selasa (24/10).

Menurut dia, saat dilakukan penggeledahan hanya ada keluarganya dan langsung diamankan masuk ke dalam mobil petugas. Densus 88 juga mengamankan sejumlah barang bukti dari dalam ruko. Sejumlah tetangga yang ditemui mengaku tidak mengenal Habsi karena sejak menempati ruko Graha Safira, belum pernah berkomunikasi.

"Saya tidak pernah berkomunikasi, hanya pernah melihat sosoknya saja tinGgi putih dan rambut kriting," ucap Totok, tetangga Habsi.

Totok yang juga menempati salah satu ruko tersebut mengaku pada Selasa pagi sempat melihat Habsi. Namun saat penggeledahan, Habsi sudah tidak terlihat batang hidungnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP