Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tentara ringkus bandar sabu di perbatasan Nunukan-Malaysia

Tentara ringkus bandar sabu di perbatasan Nunukan-Malaysia Bandar sabu di perbatasan Nunukan-Malaysia. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Amri (47), diringkus tim satgas pengamanan perbatasan (Pamtas) balalion infanteri 611/Awang Long bersama dengan tim satuan gabungan intelejen (SGI) di rumahnya, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Barat, Nunukan, Kalimantan Utara. Dia diduga sebagai pengedar sabu. Dia mendapatkan barang haram itu dari seorang bandar di Malaysia.

Aparat TNI di perbatasan, sudah mengendus gerak-gerik Amri alias Bontoh sejak 19 Februari 2017. "Informasinya kami terima dari masyarakat setempat, bahwa di desa mereka, sering menjadi tempat transaksi narkoba jenis sabu," kata Komandan Satgas Batalion Infanteri 611 Awang Long, Mayor Infanteri Sigid Hengki Purwanto, kepada merdeka.com, Kamis (3/2).

Berangkat dari informasi itu, selama 2 hari aparat TNI melakukan penyelidikan. Aktivitas transaksi sabu diduga dilakukan seorang warga bernama Amri. Penyelidikan berlanjut. TNI beberapa kali menyamar sebagai pembeli sabu dengan paket harga Rp 100.000. Mereka melakukan transaksi di rumah Amri pada 22 Februari, 23 Februari, dan pada 26 Februari 2017 mereka membeli dengan harga Rp 200.000.

"Kita kembali menyamar beli sabu hari Rabu (1/3) kemarin dalam jumlah yang lebih besar. Tapi, dia (Amri) cuma sanggup menyiapkan paket sabu Rp 2,5 juta," sebut Sigid.

"Personel yang kembali menyamar kembali datang ke rumahnya, untuk mengambil paket sabu sesuai pesanan, dan kesepakatan. Kita serahkan uang (Rp 2,5 juta) sesuai harga," tambahnya.

Dari fakta-fakta lapangan, disimpulkan Amri memang sebagai bandar sabu. Tim Satgas Pamtas menggerebek rumah Amri, pada malam hari. Ada 3 tim yang dilibatkan, untuk menyergap rumah Amri, dan menutup akses jalan dan keluar desa Sungai Limau.

"Jam 9.30 malam tadi, tim langsung bergerak masuk ke dalam rumahnya, dan kita amankan dia (Amri). Kita temukan 1 paket sabu siap edar diselipkan di topinya," sebut Sigid.

"Kita periksa lagi di sekitar rumahnya. Ditemukan di bawah tumpukan kayu bakar, di belakang dapur rumahnya. Ada 2 paket besar sabu, dan 4 paket kecil siap edar. Total ada 8 gram," ungkap Sigid.

Tidak hanya menyita sabu, TNI juga menyita antara lain senpi rakitan laras panjang, sajam dan mata uang Ringgit Malaysia, serta telepon selular. Amri dan barang bukti dibawa ke pos Pamtas Aji Kuning.

"Kita interogasi, dia hanya menyiapkan sabu kalau ada pesanan. Kalau habis, dia akan hubungi seseorang di wilayah Begusung di Malaysia. Setelah sabu datang, kemudian dia ambil sendiri sabu itu," kata Sigid. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP