Temukan tulisan 'Coming Soon ISIS' di Sukoharjo, Polda Jateng waspada

Sabtu, 26 Mei 2018 21:00 Reporter : Dian Ade Permana
Temukan tulisan 'Coming Soon ISIS' di Sukoharjo, Polda Jateng waspada Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Adanya tulisan 'Coming Soon ISIS' di salah satu kampung di Sukoharjo membuat Polda Jateng meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, aparat juga memantau pergerakan 201 simpatisan Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS) yang bermukim di Jawa Tengah.

"Jika melihat dari guratan cat tulisannya, tidak mungkin itu dilakukan dalam waktu sekejap. Tulisan di tembok 'Coming Soon ISIS' itu pasti dibikin lama. Sikap permisif dari masyarakat inilah yang membuat sel tidur terorisme kembali bangkit saat ini," kata Kapolda Irjen Condro Kirono di Semarang, Sabtu (26/5).

Embrio ISIS juga ditemukan pada perilaku istri terduga teroris di Sukoharjo. Temuan kasat mata itu muncul saat kepolisian melakukan pemantauan pada gerakan Jamaah Ansorut Daulah (JAD) di sejumlah daerah. Menurut Condro, petugas juga terus melakukan pendekatan kepada mereka agar menjadi lebih inklusif.

Tak cuma itu, ia juga mendapati laporan ada sebanyak 334 pelaku teroris dari Jawa Tengah. Dari total jumlah itu, terdapat 128 mantan napi teroris (napiter) sudah kembali bekerja. Namun pihaknya tetap akan memperketat pemantauan supaya mereka tidak kembali ke kelompoknya.

"Yang diantisipasi simpatisan ISIS ada 201 orang dari Jawa Tengah. Dan Saat ini terdapat 171 napiter di Jateng yaitu Nusakambangan," tegasnya.

Ada pula DPO dalam pengawasan khusus di Jawa Tengah 46 orang, kemudian masih menjalani hukuman 125 orang dan terakhir ada pelaku teroris yang tewas berjumlah 35 orang.

Ia memaparkan aksi terorisme tidak punya kaitan apapun dengan agama manapun. Sehingga ketika seorang teroris beraksi meledakkan bom atas nama agama, maka pemahaman ajaran mereka keliru. Pemahaman yang salah itu terhadap AlQuran dan hadist tentang penafsiran sikap jihad.

"Mereka malah menganggap pemahaman takfiri, yaitu menganggap orang di luar kelompoknya adalah kafir dan halal harta dan darahnya," ujar Condro lagi.

Pemahaman keliru lainnya soal hukum hakimiyah atau menafsirkan hukum adalah hanya milik Allah SWT. Imbas dari hal tersebut, seorang teroris tidak lagi menghormati Pancasila, UUD 45 dan orang tidak bersyariat islam dianggap Thogut.

"Orang-orang yang dari Suriah, ideologinya sudah radikal, ulama saja dibantah, dan menunjukan ajarnya yang benar," urainya.

Condro meminta kepada pengelola Lapas Nusakambangan untuk mempertebal pengawasan terhadap pembesuk napiter.

"Jangan sampai pembesuk napiter berkumpul dan sewaktu-waktu bisa masuk. KUA dan petugas harus aktif disitu agar ajaran yang menyimpang tidak berkembang," ujarnya.

[rzk]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini