Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Temukan kejanggalan harga tiket, Efek Rumah Kaca tolak dibiayai BEKRAF

Temukan kejanggalan harga tiket, Efek Rumah Kaca tolak dibiayai BEKRAF Efek Rumah Kaca. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Band Indonesia, Efek Rumah Kaca, akan manggung dalam acara bergengsi South by Southwest atau SXSW di Texas, Amerika Serikat. Awalnya, keberangkatan Efek Rumah Kaca ke Amerika Serikat dibiayai oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).

Namun, Efek Rumah Kaca memutuskan untuk tidak menerima bantuan finansial dari BEKRAF dan berangkat ke SXSW dengan dana yang dihimpun sendiri. Alasannya mereka menemukan harga tiket yang dipesan BEKRAF terlalu mahal.

"Alasan utama Efek Rumah Kaca (ERK) memutuskan mundur dari dukungan BEKRAF pada kegiatan SXSW 2018 antara lain karena kami melihat adanya kejanggalan harga tiket JKT-AUS PP, yang mana harga tiket tersebut jauh lebih tinggi dari harga tiket yang beredar di pasaran."

Pihak Efek Rumah Kaca menilai jumlah dana yang digunakan untuk lima orang, bisa digunakan untuk memberangkatkan hingga sembilan orang untuk penerbangan yang sama.

Bahkan, Cholil Mahmud dkk sampai mengecek sendiri harga tiket tersebut melalui agen perjalanan. Dalam penjelasan BEKRAF, harga tiket pesawat per orang mencapai harga Rp 32 juta.

Sementara di agen perjalanan, harganya berkisar antara Rp 18,8 juta-21,2 juta. Pihak Efek Rumah Kaca mengaku sudah menyampaikan protes ini pada BEKRAF.

"Hal ini terus terang bertentangan dengan hati nurani kami dan nilai-nilai yang selama ini kami suarakan melalui lagu-lagu kami. Dan tentu saja praktik seperti ini jauh dari pemenuhan salah satu prinsip tata laksana pemerintahan yang baik, yaitu efektif dan efisien."

Akhirnya, Efek Rumah Kaca memutuskan untuk berangkat ke Amerika Serikat dengan usaha sendiri.

Jawaban BEKRAF soal tiket mahal

BEKRAF menyebut bahwa perbedaan harga terjadi karena pihak mereka memesan tiket Ekonomi Fleksibel yang berharga lebih mahal.

"Tiket Fleksibel memberikan keleluasaan bagi penumpang untuk mengubah jadwal penerbangan tanpa dikenakan denda atau biaya tambahan," begitu isi pernyataan tertulis yang dikeluarkan BEKRAF.

Menurut BEKRAF, tiket Fleksibel ini dipilih karena alasan sistem keuangan negara. Biaya tambahan yang muncul melebihi anggaran tidak bisa mendapat penggantian.

Namun alasan ini lantas dibantah oleh pihak Efek Rumah Kaca. Menurut perhitungan mereka, anggaran tiket Ekonomi Fleksibel yang diajukan BEKRAF ternyata lebih mahal dari harga di pasaran.

Sementara itu, Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, menyebutkan bahwa peristiwa ini sebenarnya hanyalah masalah komunikasi saja.

"Ini hanya misscommunication saja. Hari ini kita akan bertemu untuk bicara tentang masalah ini dengan mereka," tuturnya saat dihubungi liputan6.com.

Sumber: Liputan6.com

(mdk/ian)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP