Tempat hiburan malam di Surabaya banyak tak miliki izin

Jumat, 1 Agustus 2014 02:30 Reporter : Moch. Andriansyah
Tempat hiburan malam di Surabaya banyak tak miliki izin Ilustrasi PSK. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Pemkot Surabaya menertibkan seluruh tempat hiburan dan karaoke yang ada di lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara tersebut di samping mengawasi seluruh wisma esek-esek yang ada di Gang Dolly dan Jarak, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Jawa Timur. Dalam razia gabungan sore tadi, petugas mendapati tempat karaoke dan hiburan yang ada di sekitar Gang Dolly dan Jarak, tidak memiliki izin Rumah Hiburan Umum (RHU).

"Kita menemukan ada banyak yang tidak berizin. Izin RHU-nya tidak ada. Pihak Disparta, yang juga kita libatkan dalam razia ini, memastikan kalau semua tempat hiburan dan karaoke di sini tidak berizin," terang Kasatpol PP Irfan Widyanto di sela razia Gang Dolly dan Jarak, Kamis sore (31/7).

Mengenai langkah-langkah yang akan diambil terhadap tempat hiburan dan karaoke nakal di Gang Dolly, Irfan mengaku masih harus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

"Nanti kita akan tentukan di tahap dua, untuk operasi ini sebagai awal dan untuk memastikan saja. Nanti tahap dua kita akan pastikan akan melakukan tindakan tegas apa. Kita juga perlu melakukan koordinasi dahulu dengan semua pihak terkait," urai Irfan.

Tak hanya itu, Irfan juga memastikan kalau pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan tegas terhadap pengusaha-pengusaha tempat hiburan nakal. "Jika memang tidak ada izinnya ya kita tertibkan. Karena tempat-tempat ini (karaoke), yang ditengarai kerap menyediakan PSK-PSK, sementara pemerintah sudah menutup semua lokalisasi yang ada di Surabaya," tegas dia.

Sementara itu, pihak kepolisian juga memastikan siap menangkap siapa saja, yang masih memberi peluang berdirinya kawasan prostitusi di Kota Pahlawan ini. Hal ini sebagai bentuk antisipasi adanya prostitusi terselubung pasca-penutupan lokalisasi.

"Ini (razia) sebagai salah satu shock teraphy bagi siapa saja yang masih membandel untuk tetap membuka wismanya. Kita tak segan-segan menangkap siapa saja yang masih membandel," ucap Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, AKBP Firmansyah.

Bahkan, tegas dia, jika ada tempat-tempat hiburan malam atau karaoke tanpa izin dan menyediakan layanan plus-plus, pihaknya tak segan bertindak tegas terhadap si pemilik tempat hiburan.

"Pasal yang kita kenakan adalah Undang-Undang Trafficking, yaitu menyangkut perdagangan anak. Kalau untuk tempat hiburan tak berizin, itu wewenang pemerintah setempat," tegas dia.

Sementara itu, hingga empat hari sejak mulai beroperasi pada Senin (28/7) lalu, Suroboyo Carnival Night Market yang berada di perbatasan Surabaya-Sidoarjo, Jawa Timur, masih bermasalah terkait Amdal Lalu Lintas-nya. Meski sempat dihentikan oleh pihak kepolisian karena mengganggu jalur lalu lintas di sekitar lokasi, wahana hiburan keluarga itu masih terus beroperasi dengan jumlah pengunjung yang mencapai ribuan.

Sebab, menurut Kasatpol PP Kota Surabaya, Irfan Widyanto, pihak manajemen Suroboyo Carnival Night Market telah mengantongi semua surat izin, kecuali izin Amdal Lalu Lintas.

"Setelah saya cek, mereka mengantongi semua surat izin operasi. Hanya saja, dari izin itu kan ada beberapa item yang harus dipenuhi. Rupanya, pihak pengelola tidak jeli soal izin ini, ada satu item yang belum dipenuhi, yaitu izin Amdal Lalin-nya," urai Irfan. [did]

Baca juga:

Santapan sehabis makan siang

Taman Tablo Jakarta Utara jadi tempat mangkal & transaksi PSK

Tempat hiburan malam di Surabaya banyak tak miliki izin

Neng, mojang murahan asal Bandung

Pemuas syahwat dalam hunian bertingkat

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini