Tembok Balai Lingkungan Jineng Agung di Jembrana ambrol usai diguyur hujan
Merdeka.com - Hujan deras dini hari tadi kembali mengguyur wilayah Jembrana, Bali. Akibatnya, tembok penyengker Balai Lingkungan Jineng Agung ambrol.
Sementara di Kecamatan Pekutatan, Jembrana, rumah salah seorang warga dikabarkan roboh seperti yang dirilis sebuah akun Istragram di Jembrana ternyata hoaks.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, hujan deras mulai turun Senin (5/11) sekitar pukul 01.00 WITA. Lantaran hujan deras cukup lama, mengakibatkan air menggenang di areal balai lingkungan Jineng Agung.
Sekitar dua jam kemudian pondasi tembok penyengker di bagian barat atau di pintu masuk balai lingkungan yang posisinya rendah ambrol bersama tembok diatasnya sepanjang 10 meter.
"Waktu sebelum kejadian saya sempat bagun karena hujan sangat deras. Kemudian saya dengar suara gemuruh, setelah saya cek ternyata tembok penyengker balai lingkungan yang roboh," ujar Gede Yasa, Kepala Lingkjanga Jineng Agung yang rumahnya bersebelahaan dengan balai lingkungan, Selasa (6/11).

Ambrolnya tembok penyengker itu diperkirakan karena tanah urugan di area balai lingkungan labil. Selain itu juga pondasi tembok penyengker dari batu kali itu tidak berisi lubang pembuangan air.
Untuk pembersihan, pihaknya akan mengerahkan warga secara gotong royong pada hari Jumat mendatang. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak BPBD Jembrana, baik secara lisan maupun dengan bersurat resmi.
Anggota BPBD Jembrana juga turun melakukan pengecekan dan memghitung kerugian yang dialami. Bahkan pihak BPBD akan turut membantu membersihkan materi longsoran hari Jumat mendatang saat warga setempat melakukan gotong royong.
"Nanti Jumat mendatang, kami bantu warga untuk membersihkan puing-puing tembok penyengker yang longsor tersebut," terang Kepala BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo Artha Permana.
Sementara kabar mengenai rumah salah seorang warga di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana yang roboh akibat hujan deras dinihari tadi seperti yang dirilis oleh akun IG infojembrana lengkap dengan poto rumah roboh dipastikan kabar bohong.
Perbekel Pekutatan Gede Silagunada dikonfirmasi mengatajan, kabar mengenai rumah salah satu warga di desanya roboh akibat hujan deras itu tidak benar. Melainkan itu bangunan dapur darurat yang sudah lama tidak digunakan.
"Itu bukan rumah, ngarang itu. Beritanya tidak benar, itu bangunan dapur darurat yang sudah lama tidak dipakai. Pemiliknya Pak Wispa, dia tinggal di Denpasar," tegasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya